Janji Allah untuk Menghalau Penduduk
Yosua 13:6
Pembagian Tanah Perjanjian
“Semua yang tinggal di pegunungan, mulai dari Lebanon sampai ke Misrefot-Maim, semua orang Sidon. Akulah yang akan mencerai-beraikan mereka dari hadapan orang Israel. Hanya, undilah dahulu negeri itu bagi orang Israel menjadi milik pusaka mereka, seperti yang Aku perintahkan kepadamu.”Yosua 13:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“semua orang yang diam di pegunungan, mulai dari gunung Libanon sampai ke Misrefot-Maim; Yosua 13.7–11 63 semua orang Sidon. Aku sendiri akan menghalau mereka dari depan orang Israel; hanya undikanlah dahulu negeri itu di antara orang Israel menjadi milik pusaka mereka, seperti yang Kuperintahkan kepadamu.”Yosua 13:6 · TB
Terjemahan Baru
“Termasuk juga seluruh daerah orang Sidon, yang tinggal di daerah pegunungan antara gunung-gunung Libanon dan Misrefot-Maim." "Semua bangsa-bangsa itu akan Kuusir nanti, pada waktu umat Israel memerangi mereka," kata TUHAN selanjutnya kepada Yosua. "Tanah itu harus kaubagi-bagikan kepada umat Israel untuk menjadi tanah milik mereka, seperti yang sudah Kuperintahkan kepadamu.”Yosua 13:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“juga daerah pegunungan mulai dari Libanon sampai ke kota Misrefot Maim, yang ditempati orang Sidon.“Aku akan mengusir mereka dari hadapan Israel. Hanya saja, kamu harus membagikan tanah ini kepada orang Israel menjadi warisan mereka, seperti yang sudah Aku perintahkan kepadamu.”Yosua 13:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“All the inhabitants of the hill country from Lebanon unto Misrephothmaim, and all the Sidonians, them will I drive out from before the children of Israel: only divide thou it by lot unto the Israelites for an inheritance, as I have commanded thee.”Yosua 13:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yosua 13:6?
Tuhan berjanji akan mencerai-beraikan penduduk negeri itu dari hadapan orang Israel, tetapi Yosua harus membagi tanah itu sebagai milik pusaka. Ini menunjukkan bahwa Tuhan yang berperang, tetapi umat harus bertindak dalam ketaatan.
Latar belakang
Panggilan untuk Membagi Tanah
TUHAN berfirman bahwa Dia sendiri akan menghalau penduduk gunung Libanon dan orang Sidon dari hadapan Israel. Namun, Yosua tetap diperintahkan untuk mengundi tanah itu bagi Israel sebagai milik pusaka, sesuai dengan perintah Allah.
Di mana
Dataran Moab
Di depan perkemahan Israel, sebelum menyeberang
Kapan
~1400 SM
Penaklukan Kanaan
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, pribadi yang berfirman
Kepada
Yosua
Pemimpin Israel pengganti Musa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָרַשׁ
yarash · mencerai-beraikan
menghalau, mengusir, mewarisi
נָפַל
naphal · undi
jatuh; dalam konteks ini, membuang undi
נַחֲלָה
nachalah · milik pusaka
warisan, bagian yang diberikan
Kata 'yarash' berarti 'menghalau' sekaligus 'mewarisi'. Allah bukan hanya mengusir musuh, tetapi juga memberikan warisan kepada umat-Nya. Ini menunjukkan tindakan ganda: penghakiman dan anugerah.
Tahukah kamu
Pengundian sebagai Cara Ilahi
Dalam budaya kuno, undian digunakan untuk menentukan kehendak Allah, bukan sekadar permainan kesempatan. Ini menunjukkan bahwa pembagian tanah adalah keputusan Allah, bukan manusia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yosua 13:6
Ulangan 7:24
Allah menyerahkan musuh
“Dan Ia akan menyerahkan raja-raja mereka ke dalam tanganmu, supaya engkau menghapus nama mereka dari bawah langit.”
Yosua 14:1-2
Pembagian dengan undian
“Inilah yang diwarisi orang Israel di tanah Kanaan, yang dibagikan kepada mereka oleh imam Eleazar, dan Yosua bin Nun, dan para kepala puak.”
Mazmur 16:5-6
Milik pusaka dari Tuhan
“TUHAN adalah bagian warisanku dan pialaku; Engkau sendirilah yang meneguhkan bagianku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yosua 13:6
✕ Sering dikira
Menganggap Allah menghalau musuh tanpa partisipasi Israel
✓ Yang sebenarnya
Allah berjanji menghalau, tetapi Israel tetap harus mengundi dan mengambil tindakan.
✕ Sering dikira
Mengira undian adalah kebetulan
✓ Yang sebenarnya
Undian dianggap sebagai cara Allah menunjukkan kehendak-Nya, bukan keputusan acak.
Renungan
Renungan Singkat Yosua 13:6
Tuhan akan berperang bagi kita, tetapi kita tetap harus melakukan bagian kita—membagi tanggung jawab, mengambil keputusan, berikhtiar. Jangan pasif; Tuhan bekerja melalui usaha kita.
Tuhan, ajar aku untuk percaya pada perjuangan-Mu, tetapi juga tetap berperan aktif dalam setiap langkah yang Engkau tunjukkan. Amin.