Yesus mendongak ke langit dan berdoa
Yohanes 17:1
Doa Paling Intim yang Pernah Didengar
“Setelah Yesus menyampaikan semua itu, Dia mengangkat pandangannya ke langit dan berkata, “Bapa, saatnya sudah tiba. Muliakanlah Anak-Mu supaya Anak-Mu juga memuliakan Engkau.”Yohanes 17:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.”Yohanes 17:1 · TB
Terjemahan Baru
“Sesudah berkata demikian, Yesus menengadah ke langit dan berkata, "Bapa, sekarang sudah sampai waktunya. Agungkanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu pun mengagungkan Bapa.”Yohanes 17:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah Yesus mengatakan semua itu kepada kami murid-murid-Nya, Dia memandang ke langit dan berdoa, “Bapa, sekarang sudah tiba waktunya. Muliakanlah Aku melalui apa yang akan terjadi kepada Anak-Mu ini. Dengan begitu Aku juga akan memuliakan Engkau.”Yohanes 17:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“These words spake Jesus, and lifted up his eyes to heaven, and said, Father, the hour is come; glorify thy Son, that thy Son also may glorify thee:”Yohanes 17:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 17:1?
Yesus mengangkat mata-Nya ke langit, menyatakan bahwa saat yang ditentukan Allah telah tiba. Dia meminta Bapa memuliakan-Nya, supaya melalui kemuliaan itu, Bapa juga dimuliakan. Ini menunjukkan hubungan erat antara Yesus dan Bapa, serta tujuan misi-Nya untuk memuliakan Allah.
Latar belakang
Pintu ke percakapan paling pribadi
Pasal 17 sering disebut 'Doa Imam Besar' karena Yesus memohon kepada Bapa atas nama orang-orang yang dipercayakan kepada-Nya. Murid-murid tidak diminta menutup mata — mereka menyaksikan doa ini secara langsung. Kata 'saatnya sudah tiba' bukan kepanikan, tapi pengumuman bahwa seluruh rencana sedang memasuki fase puncak.
Di mana
Yerusalem — kemungkinan di jalan menuju Getsemani
Malam Paskah, sesudah perjamuan terakhir, dalam perjalanan keluar kota
Kapan
~30 M
Momen terakhir sebelum penangkapan Yesus
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret, sesaat sebelum ditangkap di Getsemani
Kepada
Allah Bapa
Doa ini ditujukan ke Bapa, didengar murid-murid di sekitar-Nya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὥρα
saat · hour/time
Bukan sekadar jam — ini momen yang ditentukan sejak kekal, puncak dari seluruh misi Yesus
δόξασον
muliakanlah · glorify
Perintah aorist aktif — permohonan segera: 'nyatakanlah kemuliaan sekarang'
υἱόν
Anak · Son
Hubungan unik yang tidak dimiliki siapa pun lain — bukan sekadar gelar kehormatan
Tiga kata ini membingkai seluruh doa: waktunya sudah tepat, tindakannya adalah pemuliaan timbal balik, dan pelakunya adalah relasi Bapa-Anak yang unik.
Tahukah kamu
Ini bukan doa spontan biasa
Yesus mengangkat pandangan-Nya ke langit — postur doa umum di kalangan Yahudi abad pertama. Ini bukan gerakan dramatis untuk penonton, melainkan postur fisik yang menandai peralihan dari berbicara kepada manusia ke berbicara kepada Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 17:1
Yohanes 12:23
Yesus sebelumnya sudah mengumumkan 'saat' ini saat masuk Yerusalem
“Saatnya sudah tiba bagi Anak Manusia untuk dimuliakan”
Filipi 2:9-11
Pemuliaan Anak sebagai respons Allah atas ketaatan-Nya
“Allah sangat meninggikan Dia dan memberikan kepada-Nya nama di atas segala nama”
Ibrani 5:7
Yesus sungguh-sungguh berdoa kepada Bapa di saat paling kritis
“Ia telah mempersembahkan permohonan dan permintaan dengan ratap tangis”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 17:1
✕ Sering dikira
'Muliakanlah Anak-Mu' berarti Yesus minta dihormati seperti raja duniawi
✓ Yang sebenarnya
Kemuliaan yang dimaksud adalah kemuliaan salib — penyerahan diri yang justru memperlihatkan siapa Dia sebenarnya
✕ Sering dikira
Kata 'saatnya sudah tiba' menunjukkan Yesus terkejut waktu berjalan begitu cepat
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — seluruh Injil Yohanes membangun menuju 'saat' ini; Yesus sudah tahu dan siap
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 17:1
Ketika kita menghadapi saat-saat penting, kita bisa belajar dari Yesus untuk mengarahkan pandangan kita kepada Bapa dan meminta agar segala yang kita lakukan membawa kemuliaan bagi-Nya. Prioritaskan kemuliaan Allah di atas kepentingan pribadi.
Bapa, muliakanlah nama-Mu melalui hidupku hari ini, dan biarlah setiap tindakanku memuliakan Engkau. Amin.