Kelompok pertama menuduh Yesus kerasukan
Yohanes 10:20
Gembala yang Baik dan Pintu Domba
“Banyak dari mereka yang berkata, “Dia kerasukan roh jahat dan menjadi gila. Mengapa kalian mendengarkan Dia?””Yohanes 10:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?"”Yohanes 10:20 · TB
Terjemahan Baru
“Banyak yang berkata, "Ia kemasukan setan! Ia gila! Untuk apa kalian dengarkan Dia?"”Yohanes 10:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Banyak di antara mereka yang mengatakan, “Dia gila karena dikuasai setan. Tidak usah dengarkan dia!””Yohanes 10:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And many of them said, He hath a devil, and is mad; why hear ye him?”Yohanes 10:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 10:20?
Ayat ini menggambarkan reaksi orang-orang yang menolak Yesus. Mereka menuduh-Nya kerasukan roh jahat dan gila, sebagai cara untuk mengabaikan ajaran-Nya.
Latar belakang
Cara termudah menolak: diagnosa psikologis
Cara paling nyaman untuk tidak merespons argumen yang kuat adalah dengan mempertanyakan kesehatan mental pembicara. Kelompok ini berkata Yesus 'kerasukan roh jahat dan gila' — dengan satu label, mereka tidak perlu menyikapi isi ajarannya. Ini bukan kritik intelektual; ini jalan pintas penolakan.
Di mana
Yerusalem
Dekat Bait Allah, setelah perpecahan kerumunan
Kapan
~29-30 M
Pelayanan Yesus di Yerusalem
Yang berbicara
Sebagian orang Yahudi (penentang)
Mereka yang menolak klaim Yesus dan memakai tuduhan kesehatan mental
Kepada
Kerumunan campuran di Yerusalem
Orang-orang yang mendengar debat tentang Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
δαιμόνιον
roh jahat/setan · demon
Daimonion — roh jahat; bukan Setan besar (diabolos) tapi roh yang lebih rendah yang dianggap merasuki orang
μαίνεται
gila · mad/crazy
Mainetai — gila, tidak waras; kata yang dipakai untuk 'mania'; mereka anggap Yesus sudah tidak rasional
τί αὐτοῦ ἀκούετε
mengapa kalian mendengarkan Dia · why listen
Ti autou akouete — retorika yang bertujuan memutus kredibilitas; mengapa buang waktu dengarkan orang gila?
Dengan melabelnya 'setan' dan 'gila' (mainetai), kelompok ini secara retorikal mencoba menutup percakapan sebelum argumen dievaluasi — strategi tertua dalam perdebatan.
Tahukah kamu
Di dunia kuno, kegilaan dan kerasukan setan sering dikaitkan
Dalam pandangan dunia abad pertama Mediterania, kegilaan sering dilihat sebagai hasil kerasukan roh jahat — bukan kondisi mental medis terpisah. Tuduhan ini bukan dua tuduhan berbeda tapi satu: Yesus dikendalikan kekuatan gelap yang membuatnya berbicara yang tidak masuk akal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 10:20
Yohanes 7:20
Tuduhan kerasukan setan terulang — pola penolakan yang sama
“Orang banyak menjawab, 'Engkau kerasukan setan. Siapakah yang ingin membunuh Engkau?'”
Markus 3:21-22
Bahkan keluarga dan pemimpin agama pernah pakai tuduhan yang sama
“...sanak saudara-Nya... pergi untuk mengambil Dia, sebab kata mereka, 'Ia tidak waras.' ...ahli-ahli Taurat berkata, 'Ia kerasukan Beelzebul'”
Kisah Para Rasul 26:24
Pola yang sama: orang yang tidak setuju dilabelkan gila
“...Paulus, engkau gila! Ilmu pengetahuanmu yang banyak membuat engkau gila.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 10:20
✕ Sering dikira
'Tuduhan ini membuktikan bahwa orang di zaman itu memang tidak bisa membedakan kegilaan dan kerasukan'
✓ Yang sebenarnya
Ini bukan kesimpulan medis yang tulus — ini tuduhan yang sengaja dipakai untuk mendiskreditkan Yesus tanpa harus mendebat argumennya
✕ Sering dikira
'Ini menunjukkan ada kemungkinan Yesus memang tidak normal'
✓ Yang sebenarnya
Yohanes mencatat tuduhan ini justru untuk menunjukkan cara penolakan yang tidak jujur; kisah selanjutnya memperlihatkan ada pula yang tetap mengevaluasi secara wajar
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 10:20
Orang yang tidak mau percaya sering mencari alasan untuk menolak kebenaran. Kita perlu waspada agar tidak menolak pesan Tuhan hanya karena kita tidak siap menerimanya. Belajarlah untuk rendah hati dan mau mendengarkan.
Ya Tuhan, jauhkan kami dari sikap keras kepala dan tolong kami untuk terbuka mendengar suara-Mu, meskipun itu menantang cara pikir kami. Amin.