Dua Puntung Kayu Api

Yesaya 7:4

Tanda Imanuel: Percaya atau Goyah

Katakan kepada Ahas, ‘Waspada dan tenanglah. Jangan takut ataupun berkecil hati karena dua puntung kayu api yang berasap itu, karena panasnya amarah Rezin dan Aram dan anak Remalya.

Yesaya 7:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 7:4?

Tuhan memerintahkan Yesaya untuk menyampaikan kepada Ahas agar waspada dan tenang, tidak takut terhadap dua raja yang sedang marah, yang diibaratkan sebagai 'dua puntung kayu api yang berasap'. Ini menunjukkan bahwa kekuatan musuh itu hanya seperti bara yang hampir padam, tidak perlu ditakuti.

Latar belakang

Pesan Penghiburan di Tengah Ancaman

Yesaya menyampaikan pesan Tuhan kepada Ahas yang ketakutan menghadapi serangan gabungan Aram dan Israel. Dua raja yang mengancam itu diibaratkan sebagai puntung kayu api yang hampir padam, sehingga Ahas tidak perlu takut.

Di mana

Yerusalem

Pertemuan di jalan, dekat saluran air

Kapan

~735 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ancaman Aram-Israel
Lahirnya Imanuel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi besar, penasihat raja, ~30 tahun

A

Kepada

Ahas

Raja Yehuda yang takut, ~20 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁמַר

shamar · waspada

menjaga, memperhatikan dengan seksama

שָׁקַט

shaqat · tenanglah

berhenti gelisah, diam, merasa aman

רָכַךְ

rakakh · berkecil hati

lunak, menjadi lemah, kehilangan keberanian

Ketiga kata ini membentuk nasihat agar Ahas tidak hanya waspada, tetapi juga tenang dan tidak melemah secara batin. Ini menunjukkan bahwa ketenangan adalah bagian dari iman, bukan sekadar kepasifan.

Tahukah kamu

Puntung Kayu Api

Dalam bahasa Ibrani, 'puntung' ('ud) berarti sebatang kayu yang digunakan untuk mengaduk api, sering kali sudah hangus dan hampir habis. Ini menggambarkan kekuatan musuh yang sudah melemah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 7:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 7:4

✕  Sering dikira

Menganggap puntung kayu api sebagai simbol kekuatan musuh yang masih berbahaya.

✓  Yang sebenarnya

Puntung kayu api menggambarkan mereka yang hampir padam, lemah, dan tidak perlu ditakuti.

✕  Sering dikira

Mengira 'tenanglah' berarti pasif dan tidak berbuat apa-apa.

✓  Yang sebenarnya

Tenang di sini adalah ketenangan yang lahir dari keyakinan akan janji Tuhan, sambil tetap waspada.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 7:4

Masalah yang terlihat besar mungkin hanya seperti 'puntung kayu berasap' di mata Tuhan. Jangan biarkan ketakutan menguasai kita; percayalah bahwa Tuhan sanggup menenangkan badai.

Ya Tuhan, ajari aku untuk tidak takut pada keadaan yang tampak mengancam. Percayakanlah segala sesuatunya kepada-Mu, karena Engkau memegang kendali. Amin.