Bukit-bukit yang ditinggalkan
Yesaya 7:25
Tanda Imanuel dan Hukuman bagi Yehuda
“Untuk semua bukit yang dahulu digarap dengan cangkul, engkau tidak akan pergi ke sana karena takut akan onak dan belukar yang berduri. Semua tempat itu hanya akan menjadi tempat untuk melepaskan sapi dan tempat domba berkeliaran.””Yesaya 7:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan engkau tidak berani pergi ke segala lereng gunung yang biasanya dicangkul, karena takut akan puteri malu dan rumput; di situ hanya lembu dan domba akan berkeliaran.”Yesaya 7:25 · TB
Terjemahan Baru
“Dan daerah pegunungan yang biasanya diolah dan ditanami, juga penuh semak belukar berduri, sehingga orang tidak berani ke sana. Tanah itu hanya berguna sebagai tempat merumput bagi sapi dan domba."”Yesaya 7:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And on all hills that shall be digged with the mattock, there shall not come thither the fear of briers and thorns: but it shall be for the sending forth of oxen, and for the treading of lesser cattle.”Yesaya 7:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 7:25?
Yesaya 7:25 menggambarkan bahwa tanah yang subur akan menjadi semak belukar karena kehancuran. Tempat yang dulunya ditanami dengan susah payah akan ditinggalkan, menjadi tempat ternak berkeliaran. Ini adalah gambaran dampak dari hukuman Allah dan ketakutan akan bahaya, menunjukkan bahwa wilayah yang subur akan menjadi liar.
Latar belakang
Tanah yang subur menjadi semak belukar
Yesaya menggambarkan akibat dari invasi Asyur: tanah yang tadinya produktif akan ditinggalkan, hanya ada onak dan duri. Orang-orang takut pergi ke bukit-bukit yang dulu digarap dengan cangkul, karena tempat itu menjadi liar dan berbahaya.
Di mana
Yerusalem
Konteks nubuatan tentang masa depan, dibayangkan oleh Yesaya
Kapan
~735 SM
Periode Kerajaan Terbagi (Yehuda)
Yang berbicara
Yesaya
Nabi, penasihat raja, tegas namun penuh belas kasih
Kepada
Rakyat Yehuda
Orang-orang yang akan mengalami masa sulit, keturunan Daud
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גִּבְעָה
giv'ah · bukit
Bukit atau tanah tinggi yang biasanya diolah untuk pertanian.
מַעְדֵּר
ma'dar · cangkul
Alat pertanian untuk menggali tanah, menandakan usaha dan kerja keras.
שָׁמִיר
shamir · duri
Tanaman berduri atau semak belukar yang melambangkan tanah yang tidak dirawat.
Kata-kata ini menggambarkan transisi dari tanah yang subur dan diusahakan menjadi tempat yang ditumbuhi duri. Ini menegaskan bahwa hukuman membawa kemunduran ekonomi dan sosial, tetapi juga mengingatkan bahwa Tuhan adalah sumber kesuburan.
Tahukah kamu
Seribu syikal perak
Seribu syikal perak sekitar 11 kilogram perak, nilai tanah yang sangat mahal pada zaman itu. Ini menunjukkan betapa drastisnya perubahan dari kekayaan menjadi kekeringan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 7:25
Yesaya 5:6
Hukuman serupa
“Aku akan menjadikannya tanah yang tandus, tidak dipangkas dan tidak dicangkul, sehingga tumbuh onak dan duri.”
Hosea 10:8
Bukit tandus
“Mereka akan berkata kepada gunung-gunung: 'Timbunilah kami!' dan kepada bukit-bukit: 'Runtuhlah menimpa kami!'”
Yesaya 7:19
Semak duri
“Semuanya akan datang dan tinggal di lembah-lembah curam, di celah-celah batu, di semua semak duri.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 7:25
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya berbicara tentang keadaan pertanian fisik di zaman dulu.
✓ Yang sebenarnya
Ini juga merupakan gambaran rohani tentang hilangnya berkat dan perlindungan Allah akibat ketidakpercayaan.
✕ Sering dikira
Bukit-bukit itu mungkin dikutuk oleh Allah sehingga tidak lagi produktif.
✓ Yang sebenarnya
Yang dimaksud adalah akibat dari perang dan invasi, bukan kutukan langsung atas tanah.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 7:25
Ayat ini mengingatkan bahwa usaha dan hasil yang kita banggakan bisa hilang jika kita tidak mengandalkan Tuhan. Jangan terlalu berinvestasi pada hal-hal duniawi yang sementara, tetapi fokuslah pada hubungan yang kekal dengan Allah.
Tuhan, tolong aku untuk tidak menaruh harapan pada hal-hal yang akan berlalu, tetapi mempercayakan hidupku sepenuhnya kepada-Mu. Amin.