Bait Suci terbakar

Yesaya 64:11

Rindu Tuhan Turun

Rumah kami yang kudus dan indah, tempat nenek moyang kami memuji Engkau, telah terbakar oleh api, dan semua barang berharga kami telah menjadi reruntuhan.

Yesaya 64:11 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 64:11?

Ayat ini meratapi Bait Suci yang kudus dan indah yang terbakar api, serta semua barang berharga menjadi reruntuhan. Ini mengekspresikan kesedihan mendalam atas hilangnya tempat ibadah dan kemuliaan Allah.

Latar belakang

Rumah kudus hangus terbakar

Yesaya meratapi Bait Suci yang indah dan tempat nenek moyang memuji Allah kini telah terbakar api. Semua barang berharga menjadi reruntuhan, menunjukkan kehilangan total.

Di mana

Yerusalem

Di dekat reruntuhan Bait Suci, setelah api padam

Kapan

~700 SM

Periode kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pelayanan Yesaya
Pembuangan Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi yang melayani di Yehuda, ~100 tahun sebelum kehancuran Yerusalem

U

Kepada

Umat Israel

Umat yang kehilangan tempat ibadah mereka

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׂרַף

saraf · terbakar

dibakar, hangus

מַחְמַד

machmad · barang berharga

sesuatu yang diinginkan, indah

חֳרָבָה

choravah · reruntuhan

kehancuran, tempat tandus

Kata 'machmad' menunjukkan betapa berharganya Bait Suci; pembakarannya bukan sekadar kerusakan fisik, tetapi kehilangan yang sangat menyakitkan.

Tahukah kamu

Api pembersih

Dalam Alkitab, api sering melambangkan kehadiran Allah yang kudus, tetapi juga bisa menjadi alat penghakiman. Di sini, api yang sama yang bisa menyatakan kemuliaan justru menghancurkan karena dosa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 64:11

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 64:11

✕  Sering dikira

Tuhan senang melihat Bait Suci dihancurkan.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan berduka atas dosa umat, dan kehancuran Bait Suci adalah akibat dari dosa, bukan keinginan Tuhan.

✕  Sering dikira

Barang berharga hanya berarti emas dan perak.

✓  Yang sebenarnya

Dalam konteks ini, barang berharga juga mencakup nilai spiritual dan sejarah Bait Suci.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 64:11

Tempat ibadah bisa hancur, tetapi Allah tidak terikat pada bangunan. Renungkan: apakah kita lebih menghargai 'bait' fisik daripada hadirat Allah sendiri? Biarlah hati kita tetap menjadi bait yang layak bagi Roh-Nya.

Tuhan, meskipun segala yang indah hancur, Engkau tetap menjadi harta yang tak ternilai; mampukan aku untuk menyembah-Mu dalam roh dan kebenaran. Amin.