Tinggi dan rendah bersama yang remuk
Yesaya 57:15
Allah yang Mahatinggi dekat dengan yang hancur
PerikopTUHAN Akan Menyelamatkan Umat-Nya · Yesaya 57:14-21 →“Sebab, beginilah firman Dia yang tinggi dan dimuliakan, yang mendiami kekekalan, yang nama-Nya adalah Kudus, “Aku bersemayam di tempat yang tinggi dan kudus, dan juga bersemayam bersama orang yang hancur hati dan rendah hati; untuk membangkitkan kembali semangat orang yang rendah hati, dan untuk membangkitkan kembali hati orang yang remuk hatinya.”Yesaya 57:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama- sama orang yang remuk dan rendah Yesaya 57.16–20 216 hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.”Yesaya 57:15 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab beginilah kata Allah Yang Mahatinggi dan kudus, yang berkuasa untuk selama-lamanya, "Aku tinggal di tempat yang tinggi dan suci, tapi juga di antara orang-orang yang rendah hati dan yang menyesali dosa-dosanya, untuk memulihkan semangat dan harapan mereka.”Yesaya 57:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“For thus saith the high and lofty One that inhabiteth eternity, whose name is Holy; I dwell in the high and holy place, with him also that is of a contrite and humble spirit, to revive the spirit of the humble, and to revive the heart of the contrite ones.”Yesaya 57:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 57:15?
Tuhan yang mahatinggi dan kudus memilih untuk tinggal bersama orang-orang yang hancur hati dan rendah hati. Ini adalah kontras yang menakjubkan: meskipun Ia bersemayam di tempat yang tinggi, Ia juga dekat dengan mereka yang lemah dan remuk. Tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat dan memulihkan hati yang patah.
Latar belakang
Allah yang mahatinggi hadir bagi yang hancur
Allah menyatakan diri-Nya tinggal di tempat tinggi dan kudus, tetapi juga bersama orang yang hancur dan rendah hati. Tujuannya untuk membangkitkan semangat dan hati mereka yang remuk.
Di mana
Yerusalem
Sambungan dari nubuat pemulihan
Kapan
~700 SM
Periode pra-pembuangan
Yang berbicara
TUHAN
Allah yang mahatinggi dan kudus, penuh kasih
Kepada
Orang yang hancur hati
Mereka yang rendah hati dan remuk karena dosa atau penderitaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דָּכָא
dakha · hancur
diremukkan, ditumbuk, hancur berkeping-keping
שָׁפָל
shaphal · rendah hati
rendah, hina, tidak tinggi hati
רוּחַ
ruach · semangat
roh, napas, semangat, kuasa hidup
Kata 'hancur' (dakha) berarti seperti batu yang ditumbuk halus. Allah tidak hanya melihat orang yang sedih, tetapi Ia berdiam di antara mereka, untuk membangkitkan 'ruach'—semangat hidup—mereka.
Tahukah kamu
Konsep 'tinggi dan kudus'
Ungkapan 'tinggi dan dimuliakan' menekankan transendensi Allah, tetapi kontras dengan kedekatan-Nya pada yang rendah menunjukkan kasih-Nya yang luar biasa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 57:15
Mazmur 34:18
Kedekatan pada remuk
“TUHAN dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”
Yesaya 61:1
Membalut patah hati
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku... untuk membalut orang-orang yang patah hati.”
Matius 11:29
Kerendahan hati
“Belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 57:15
✕ Sering dikira
Allah hanya peduli pada orang yang merasa hancur, bukan pada yang kuat.
✓ Yang sebenarnya
Allah dekat dengan yang hancur, tetapi Ia juga adalah Allah yang mahatinggi yang menjangkau semua orang yang percaya.
✕ Sering dikira
Allah tinggal secara fisik di dalam orang yang hancur.
✓ Yang sebenarnya
'Bersemayam' adalah cara metaforis menyatakan kehadiran dan perhatian Allah, bukan kehadiran fisik.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 57:15
Terkadang kita merasa Tuhan jauh saat kita lemah, tetapi justru dalam kerendahan hati kita, Tuhan paling dekat. Jangan takut untuk datang kepada-Nya dengan segala kehancuran kita, karena Dia ingin memulihkan dan menghibur kita. Kita dapat meneladani Tuhan dengan peduli pada orang-orang yang terluka di sekitar kita.
Tuhan, dekatlah dengan aku saat aku hancur hati, dan pulihkanlah semangatku. Amin.