Melupakan Tuhan Sang Pencipta
Yesaya 51:13
Penghiburan bagi Sion
PerikopKuasa Allah Sendiri Akan Menyelamatkan Umat-Nya · Yesaya 51:9-16 →“sehingga kamu telah melupakan TUHAN, Penciptamu, yang membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi, sehingga kamu terus-menerus ketakutan sepanjang hari karena kemarahan penindasmu, seolah-olah dia siap menghancurkan? Di manakah kemarahan si penindas itu?”Yesaya 51:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“sehingga engkau melupakan TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi, sehingga engkau terus gentar sepanjang hari terhadap kepanasan amarah orang penganiaya, apabila ia bersiap-siap memusnahkan? Di manakah gerangan kepanasan amarah orang penganiaya itu? Yesaya 51.14–19 197”Yesaya 51:13 · TB
Terjemahan Baru
“Masakan engkau lupa akan TUHAN Penciptamu yang membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi? Mengapa sepanjang hari engkau gentar terhadap amukan si penindas yang bersiap-siap memusnahkan? Sesungguhnya, amukan mereka itu tak akan mempan terhadapmu.”Yesaya 51:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And forgettest the LORD thy maker, that hath stretched forth the heavens, and laid the foundations of the earth; and hast feared continually every day because of the fury of the oppressor, as if he were ready to destroy? and where is the fury of the oppressor?”Yesaya 51:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 51:13?
Ayat ini mengingatkan kita bahwa takut kepada manusia adalah tanda melupakan Tuhan, Pencipta kita. Kita sering lebih takut pada orang yang berkuasa daripada pada Tuhan yang memegang segalanya. Tuhan bertanya, 'Di manakah kemarahan penindas itu?'—menunjukkan bahwa kuasa penindas itu sementara dan tidak berarti di hadapan kuasa Tuhan.
Latar belakang
Takut kepada Manusia, Melupakan Tuhan
Yesaya menegur umat yang lebih takut kepada penindas manusia daripada kepada Tuhan, Pencipta mereka. Mereka lupa bahwa Tuhan yang membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi, sehingga mereka hidup dalam ketakutan terus-menerus.
Di mana
Yerusalem
Di kota Yerusalem, dalam suasana pengharapan
Kapan
~700 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Yesaya
Nabi besar, ~74 tahun
Kepada
Umat Israel di pembuangan
Orang Yahudi yang tertawan di Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁכַח
shakakh · melupakan
Lupa, tidak mengingat lagi, atau mengabaikan.
עֹשֶׂךָ
osekha · Penciptamu
Pembuatmu, yang membentuk dan menciptakanmu.
תִּפְחָד
tifhad · ketakutan
Gemetar karena takut, cemas terhadap ancaman.
Ketiga kata ini menunjukkan akar masalah: melupakan Tuhan sebagai Pencipta membuat kita takut kepada makhluk fana. Padahal, mengingat kuasa-Nya seharusnya menghilangkan ketakutan.
Tahukah kamu
Rumput yang Layu
Dalam budaya Timur Tengah, rumput cepat kering dan layu; ini menjadi gambaran kefanaan manusia yang kontras dengan keabadian Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 51:13
Mazmur 118:6
Tuhan di sisi kita
“TUHAN di pihakku, aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia kepadaku?”
Yesaya 40:28
Pencipta yang kekal
“Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? TUHAN adalah Allah yang kekal, Pencipta ujung-ujung bumi.”
1 Petrus 3:14
Larangan takut
“Janganlah takut kepada mereka dan janganlah gentar.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 51:13
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya berlaku untuk orang Israel zaman dulu, bukan untuk kita.
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya berlaku universal: kita sering lebih takut pada manusia daripada kepada Tuhan, dan kita perlu mengingat kuasa-Nya.
✕ Sering dikira
Takut kepada manusia selalu salah, padahal kita boleh takut untuk tidak menaati Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Ketakutan yang dimaksud adalah ketakutan yang melumpuhkan iman dan membuat kita lupa akan pemeliharaan Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 51:13
Seringkali kita membesar-besarkan masalah dan orang yang mengancam kita, sampai lupa bahwa Tuhan jauh lebih besar. Coba ingat kembali saat-saat Tuhan pernah melepaskanmu dari ketakutan, dan biarkan itu menguatkan imanmu. Jangan biarkan rasa takut menguasai hatimu, karena itu berarti kamu meragukan pemeliharaan Tuhan.
Tuhan, ampuni aku yang sering melupakan-Mu dan lebih takut pada manusia; teguhkan hatiku untuk percaya bahwa Engkau selalu memegang kendali. Amin.