Tantangan di Depan Tembok
Yesaya 36:7
Sanherib Menghina Allah
“Akan tetapi, jika kamu berkata kepadaku, “Kami percaya kepada TUHAN, Allah kami,” bukankah Dia yang bukit-bukit pengurbanan-Nya dan mazbah-mazbah-Nya telah Hizkia singkirkan, dengan berkata kepada Yehuda dan Yerusalem, “Kamu harus menyembah di depan mazbah ini”?”Yesaya 36:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan apabila engkau berkata kepadaku: Kami berharap kepada TUHAN, Allah kami, --bukankah Dia itu yang bukit-bukit pengorbanan-Nya dan mezbah-mezbah-Nya telah dijauhkan oleh Hizkia sambil berkata kepada Yehuda dan Yerusalem: Di depan mezbah inilah kamu harus sujud menyembah! Yesaya 36.8–12 126”Yesaya 36:7 · TB
Terjemahan Baru
“Selanjutnya perwira Asyur itu berkata, "Atau barangkali kamu berkata bahwa kamu berharap kepada TUHAN Allahmu? Pada waktu Hizkia memerintahkan supaya orang Yehuda dan Yerusalem hanya beribadat di depan mezbah di Yerusalem, bukankah yang dimusnahkannya itu mezbah dan tempat-tempat penyembahan TUHAN sendiri?”Yesaya 36:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“But if thou say to me, We trust in the LORD our God: is it not he, whose high places and whose altars Hezekiah hath taken away, and said to Judah and to Jerusalem, Ye shall worship before this altar?”Yesaya 36:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 36:7?
Kepala juru minuman Asyur meragukan kepercayaan Hizkia kepada TUHAN. Dia menuduh Hizkia telah menyingkirkan bukit-bukit pengurbanan dan mazbah-mazbah, padahal hal itu dilakukan agar penyembahan hanya berpusat di Yerusalem. Ini adalah serangan psikologis untuk melemahkan iman bangsa Yehuda.
Latar belakang
Mengeksploitasi Reformasi Hizkia
Kepala juru minuman mencoba meragukan iman mereka dengan memutarbalikkan tindakan Hizkia yang menghancurkan bukit pengurbanan dan mazbah. Dia berkata bahwa TUHAN tidak akan menolong karena Hizkia telah menghina-Nya, padahal justru reformasi itu dilakukan untuk memusatkan penyembahan di Yerusalem.
Di mana
Yerusalem
Di dekat saluran air kolam atas, di jalan Padang Penatu
Kapan
~701 SM
Kerajaan Yehuda, akhir abad ke-8 SM
Yang berbicara
Kepala Jurus Minuman
Pejabat Asyur, utusan Sanherib, pragmatis
Kepada
Elyakim, Sebna, dan Yoah
Tiga pejabat tinggi Yehuda mewakili Raja Hizkia
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּטַח
batach · percaya
Merasa aman, mengandalkan sesuatu atau seseorang
בָּמָה
bamah · bukit pengurbanan
Tempat tinggi untuk ibadah, sering dipakai untuk penyembahan berhala
מִזְבֵּחַ
mizbeach · mazbah
Meja korban, tempat persembahan
Kata 'percaya' di ayat ini kontras dengan ibadah yang benar: kepercayaan sejati bukan pada tempat, tetapi pada Allah yang berdaulat. Asyur mengira mereka menyembah tempat, padahal mereka menyembah Allah yang tidak bisa dimanipulasi.
Tahukah kamu
Bukit Pengurbanan
Raja Hizkia menghancurkan tempat-tempat penyembahan berhala yang biasa digunakan rakyat, meskipun beberapa di antaranya mungkin telah digunakan untuk menyembah TUHAN secara keliru.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 36:7
2 Raja-raja 18:22
Paralel langsung
“Dan jika kamu berkata: Kami berharap kepada TUHAN, Allah kami!—bukankah Dia yang bukit-bukit pengorbanan-Nya dan mezbah-mezbah-Nya telah dijauhkan oleh Hizkia?”
2 Tawarikh 32:12
Catatan sejajar
“Bukankah Hizkia ini yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan mezbah-mezbah-Nya?”
Yeremia 7:4
Peringatan serupa
“Janganlah percaya kepada perkataan dusta: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 36:7
✕ Sering dikira
Mengira kata-kata Asyur benar bahwa Hizkia telah menyinggung Allah.
✓ Yang sebenarnya
Hizkia justru melakukan kehendak Allah dengan menghancurkan tempat-tempat penyembahan berhala.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa TUHAN mendukung Asyur karena mereka menang.
✓ Yang sebenarnya
Kemenangan Asyur adalah bagian dari rencana TUHAN untuk menghajar Yehuda, tetapi bukan berarti Dia berpihak pada Asyur.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 36:7
Orang di sekitar kita mungkin meragukan keputusan kita yang didasarkan pada iman, seperti Hizkia yang menghapus tempat-tempat ibadah lama. Jangan mudah goyah oleh kritik; yakini bahwa Tuhan melihat hati dan tujuan kita. Tetaplah setia pada apa yang kamu yakini benar di hadapan Tuhan.
Tuhan, berikanlah aku keteguhan hati untuk tidak goyah oleh perkataan orang yang meragukan imanku, dan tetap percaya bahwa Engkau melihat setiap langkahku. Amin.