Penolakan dengan ejekan

Yesaya 36:12

Merendahkan Rakyat Biasa

PerikopSanherib Mengepung Yerusalem · Yesaya 36:1-22 →
“Akan tetapi, kepala juru minuman berkata, “Apakah tuanku mengutusku untuk menyampaikan perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu, tetapi tidak kepada orang-orang yang berada di atas tembok, yang memakan kotorannya sendiri dan meminum air kencingnya sendiri bersamamu?””

Yesaya 36:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 36:12?

Kepala juru minuman Asyur menolak permintaan itu. Dia berkata bahwa pesannya juga ditujukan untuk orang-orang yang ada di tembok yang akan menderita kelaparan dan kehausan jika kota terkepung. Ini untuk meningkatkan tekanan psikologis kepada para pejabat Yehuda.

Latar belakang

Ejekan yang ditujukan kepada rakyat

Kepala juru minuman menolak permintaan untuk menggunakan bahasa Aram, dengan mengejek bahwa pesannya justru untuk rakyat yang menderita akibat pengepungan, menggambarkan mereka makan kotoran dan minum air seni.

Di mana

Yerusalem

Di tembok kota, tempat rakyat berkumpul

Kapan

701 SM

Periode Raja-Raja

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Permintaan untuk berbahasa Aram
Orang-orang di tembok terdiam
Kamu di sini
K

Yang berbicara

Kepala juru minuman Asyur

Juru bicara angkuh Sanherib, ahli propaganda

U

Kepada

Utusan Hizkia

Elyakim, Sebna, dan Yoah, pejabat Yehuda

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֲרֵיהֶם

chareihem · kotorannya

Kotoran manusia, tahi.

מֵימֵי רַגְלֵיהֶם

meimei ragleihem · air kencingnya

Air seni, secara harfiah 'air kaki mereka'.

אִתְּכֶם

ittekhem · bersamamu

Bersama-sama dengan kamu semua.

Penggunaan istilah vulgar ini sengaja untuk merendahkan dan menakut-nakuti, menunjukkan bahwa Asyur tidak peduli pada penderitaan rakyat, tetapi justru memanfaatkannya untuk menekan.

Tahukah kamu

Kebiasaan Asyur yang kejam

Asyur terkenal dengan taktik pengepungan yang brutal, sering membuat penduduk kota kelaparan sampai mereka makan kotoran dan minum air seni.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 36:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 36:12

✕  Sering dikira

Mengira kata-kata ini hanya sindiran biasa.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah gambaran nyata kondisi mengerikan selama pengepungan, bukan hiperbola.

✕  Sering dikira

Menganggap rakyat di tembok ikut mendengar dan terpengaruh.

✓  Yang sebenarnya

Mereka diam karena perintah Hizkia, menunjukkan ketaatan dan kepercayaan mereka kepada raja.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 36:12

Ketika menghadapi masalah, jangan hanya berfokus pada diri sendiri, tetapi ingatlah orang-orang di sekitar kita yang mungkin juga terkena dampak. Kita perlu memiliki kepedulian dan berjuang tidak hanya untuk kenyamanan diri, tetapi juga untuk kesejahteraan sesama.

Tuhan, bukalah mataku untuk melihat kebutuhan orang-orang di sekitarku dan berikan aku keberanian untuk menjadi berkat bagi mereka. Amin.