Singa yang Mengaum
Yesaya 31:4
Percaya pada TUHAN, Bukan Mesir
“Sebab, beginilah firman TUHAN kepadaku, “Seperti singa atau singa muda menggeram atas mangsanya, sekalipun sekelompok gembala dipanggil keluar untuk melawan dia, dia tidak akan takut pada suara mereka ataupun terganggu oleh keributan mereka. Demikianlah TUHAN semesta alam akan turun untuk berperang di Gunung Sion dan di bukitnya.”Yesaya 31:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan Yesaya 31.5–9 111 melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah TUHAN semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya.”Yesaya 31:4 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN berkata kepadaku, "Seperti singa menggeram untuk mempertahankan mangsanya dan tak dapat ditakuti oleh teriakan dan jeritan serombongan gembala yang dikerahkan melawan dia, begitu juga Aku akan berperang dan mempertahankan Bukit Sion.”Yesaya 31:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“For thus hath the LORD spoken unto me, Like as the lion and the young lion roaring on his prey, when a multitude of shepherds is called forth against him, he will not be afraid of their voice, nor abase himself for the noise of them: so shall the LORD of hosts come down to fight for mount Zion, and for the hill thereof.”Yesaya 31:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 31:4?
Tuhan menggambarkan diri-Nya seperti singa yang menjaga mangsanya; Dia tidak takut pada gembala yang berkumpul melawan-Nya. Demikianlah Tuhan semesta alam akan turun untuk berperang bagi Yerusalem. Ini menunjukkan bahwa perlindungan Tuhan itu pasti dan kuat, tidak goyah oleh ancaman siapa pun.
Latar belakang
TUHAN seperti Singa
Yesaya menyampaikan firman TUHAN yang menggambarkan TUHAN seperti singa yang mengaum mempertahankan mangsanya. Meskipun para gembala datang untuk mengusirnya, singa itu tidak takut dan tetap bertahan. Demikian pula TUHAN akan turun untuk berperang melawan musuh di Gunung Sion, tidak gentar oleh kekuatan Asyur.
Di mana
Yerusalem
Kota Yerusalem, sekitar tahun 701 SM
Kapan
~701 SM
Periode nabi-nabi (Kerajaan Yehuda)
Yang berbicara
Yesaya
Nabi di Yehuda, ~740–680 SM
Kepada
Orang Yehuda
Penduduk Yehuda yang khawatir akan ancaman Asyur
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֲרִי
'ari · singa
singa, simbol kekuatan dan keberanian
שָׁאַג
sha'ag · mengaum
mengaum, suara gemuruh yang menakutkan
יָרַד
yarad · turun
turun, turun untuk berperang
Kata 'ari' menekankan kekuatan TUHAN yang tak tertandingi, 'sha'ag' menunjukkan otoritas-Nya yang menakuti, dan 'yarad' menyatakan keterlibatan langsung TUHAN dalam urusan manusia. TUHAN tidak hanya berkuasa, tetapi secara aktif turun untuk membela umat-Nya.
Tahukah kamu
Singa dalam Perjanjian Lama
Singa sering digunakan sebagai simbol kekuatan dan perlindungan. Di sini, TUHAN digambarkan sebagai singa yang tidak bisa diusir oleh para gembala, menunjukkan kuasa-Nya yang tak terkalahkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 31:4
Amos 3:8
Mengaum sebagai tanda kuasa
“Singa telah mengaum, siapa yang tidak takut?”
Yesaya 42:13
TUHAN berperang bagi umat
“TUHAN keluar seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya; Ia bersorak, ya, ia berteriak, Ia berlawan dengan musuh-musuh-Nya.”
Mazmur 2:4
TUHAN tidak takut musuh
“Dia yang bersemayam di sorga tertawa, Tuhan mengolok-olok mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 31:4
✕ Sering dikira
Menganggap singa melambangkan Israel yang kuat, bukan TUHAN.
✓ Yang sebenarnya
Singa adalah metafora untuk TUHAN yang melindungi Yerusalem, bukan kekuatan manusia.
✕ Sering dikira
Mengira TUHAN akan turun secara harfiah ke bumi untuk berperang.
✓ Yang sebenarnya
Ini bahasa kiasan untuk menyatakan campur tangan TUHAN yang nyata dalam sejarah.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 31:4
Ketika kita dilindungi Tuhan, kita tidak perlu takut terhadap ancaman atau serangan musuh. Dia berperang bagi kita. Di tengah tekanan pekerjaan, keluarga, atau pelayanan, ingatlah bahwa Tuhan kita lebih kuat. Berserulah kepada-Nya dengan berani, karena Dia pasti akan membela kita.
Tuhan, aku bersyukur karena Engkau adalah Pelindungku yang seperti singa; berikan aku keberanian untuk menghadapi musuh-musuhku. Amin.