Perenang yang merentangkan tangan

Yesaya 25:11

Perjamuan dan Penghakiman di Gunung TUHAN

PerikopKeselamatan bagi Bangsa-Bangsa di Sion · Yesaya 25:6-12 →
“Moab akan merentangkan tangan di dalamnya, seperti perenang merentangkan tangannya untuk berenang. Namun, Tuhan akan merendahkan keangkuhannya bersama dengan tipu daya tangannya.”

Yesaya 25:11 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 25:11?

Moab akan berjuang sia-sia seperti perenang yang merentangkan tangan, tetapi Tuhan akan merendahkan keangkuhan mereka. Ini menegaskan bahwa usaha manusia untuk menyelamatkan diri sendiri tidak akan berhasil melawan Tuhan.

Latar belakang

Keangkuhan Moab direndahkan

Moab digambarkan seperti perenang yang merentangkan tangan, tetapi Tuhan akan merendahkan keangkuhannya beserta tipu daya tangannya. ini menunjukkan usaha manusia yang sia-sia melawan kuasa Allah.

Di mana

Yerusalem

Di dekat Gunung Sion, tempat kudus

Kapan

~700 SM

Kerajaan Yehuda, periode nubuat

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ancaman Asyur
Pembuangan Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi abad ke-8 SM, penulis kitab

U

Kepada

Umat Allah

Bangsa Yehuda yang menantikan pembebasan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

פָּרַשׂ

paras · merentangkan

menyebar, membuka lebar

גַּאֲוָה

ga'avah · keangkuhan

kesombongan, kebanggaan diri

עָרְמָה

ormah · tipu daya

kecerdikan, kelicikan

Keangkuhan dan kelicikan manusia tidak akan bertahan; Allah merendahkan jerih payah yang sombong.

Tahukah kamu

Perenang dalam sastra kuno

Perenang jarang disebut dalam Alkitab, metafora ini unik dan menggambarkan perjuangan yang sia-sia.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 25:11

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 25:11

✕  Sering dikira

Dianggap bahwa Moab dapat lolos seperti perenang, padahal renangnya tidak menyelamatkan.

✓  Yang sebenarnya

Metafora justru menunjukkan usaha yang sia-sia; tangan direntangkan tapi tidak ada yang dipegang.

✕  Sering dikira

Menganggap 'tipu daya tangannya' sebagai seni bela diri yang diandalkan, tapi itu justru dikalahkan.

✓  Yang sebenarnya

Ini menggambarkan semua upaya manusia yang tidak berguna di hadapan Allah.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 25:11

Kita sering mengandalkan usaha sendiri, tetapi Tuhan ingin kita bergantung pada-Nya. Mari kita serahkan perjuangan kita kepada-Nya, karena Dialah yang menang.

Tuhan, tolong aku untuk tidak mengandalkan kekuatanku, tetapi berserah pada kehendak-Mu yang menang. Amin.