Pujian di Tengah Reruntuhan
Yesaya 25:1-5
Pujian kepada Allah
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Pujian yang Lahir dari Keyakinan
Yesaya memulai pasal ini dengan pujian pribadi kepada Tuhan, mengakui bahwa Tuhan telah melakukan hal-hal ajaib dan rancangan-Nya sejak dahulu kala adalah benar. Ini adalah respons iman di tengah situasi yang belum tentu terlihat, menunjukkan keyakinan bahwa Tuhan berdaulat atas sejarah.
Di mana
Yerusalem
Kota Yerusalem, mungkin di dekat Bait Allah
Kapan
~700 SM
Periode kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Yesaya
Nabi abad ke-8 SM, setia di tengah bangsa yang keras kepala
Kepada
Umat Allah
Orang Yehuda yang hidup di bawah ancaman bangsa asing
Arti tiap ayat
Penjelasan Yesaya 25:1-5 Ayat per Ayat
Yesaya 25:1
Yesaya memuji TUHAN karena karya-Nya yang ajaib dan setia pada rencana-Nya dari dahulu. Ayat ini mengakui bahwa Allah layak dimuliakan karena menggenapi janji-janji-Nya dengan benar dan teguh.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 25:2
Allah meruntuhkan kota-kota yang kuat dan berbenteng, termasuk istana orang asing, sehingga tidak akan dibangun lagi. Ini menggambarkan kuasa Allah untuk merendahkan kekuatan duniawi yang melawan Dia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 25:3
Ketika Allah meruntuhkan kota yang kuat, orang-orang kuat dan bangsa-bangsa yang kejam akan memuliakan dan takut kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa akhirnya semua bangsa akan mengakui kuasa Allah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 25:4
Allah adalah perlindungan bagi orang lemah dan miskin yang sedang terdesak. Dia menjadi tempat berteduh dari badai dan panas terik, sedangkan orang kejam seperti angin ribut yang menyerang tembok.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 25:5
Allah membungkam kegaduhan orang-orang asing yang kejam, seperti panas terik yang mereda di bawah naungan awan. Dia menenangkan keributan musuh dan membuat nyanyian mereka berhenti.
Arti lengkap, studi kata & renungan →