Kota yang menjadi reruntuhan

Yesaya 24:12

Hukuman atas Dunia yang Berontak

Kehancuran ditinggalkan di kota itu, pintu gerbangnya telah didobrak dan hancur.

Yesaya 24:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 24:12?

Ayat ini menggambarkan kehancuran total kota: pintu gerbang didobrak dan kota menjadi reruntuhan. Ini adalah gambaran penghakiman yang tidak bisa dihindari bagi mereka yang melanggar perjanjian dengan Allah.

Latar belakang

Gerbang yang didobrak

Yang tersisa dari kota hanyalah kehancuran dan puing-puing. Gerbang kota, yang biasanya menjadi simbol kekuatan dan pusat kegiatan, telah dihancurkan dan diruntuhkan, menandakan bahwa tidak ada lagi perlindungan.

Di mana

Yerusalem

Fokus pada gerbang kota yang hancur

Kapan

~700 SM

Nabi-nabi Klasik

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Jeritan di jalan-jalan
Para pengkhianat mengkhianati
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi besar di Yehuda, melayani sekitar 740–700 SM

P

Kepada

Penduduk Yehuda dan Yerusalem

Orang-orang yang hidup di kerajaan selatan, sering kali keras kepala

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שַׁמָּה

shammah · kehancuran

keterkejutan, kekaguman yang mengerikan, kehancuran

נֻפַּץ

nuppats · didobrak

dipecahkan, dihancurkan

שָׁתַח

shatach · hancur

diratakan, dihancurkan menjadi debu

'Shammah' sering berarti 'kehancuran yang membuat orang tercengang'; ditambah dengan aksi 'nuppats' (menghempaskan) dan 'shatach' (meratakan), menekankan kehancuran total yang tidak menyisakan apa pun.

Tahukah kamu

Gerbang kota yang penting

Gerbang kota dalam Alkitab bukan hanya jalan masuk, tetapi juga tempat pengadilan, perdagangan, dan pertemuan sosial; kehancurannya berarti hilangnya kehidupan masyarakat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 24:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 24:12

✕  Sering dikira

Menganggap 'didobrak' berarti musuh menghancurkan gerbang saat merebut kota; di sini mungkin juga termasuk penghakiman Allah.

✓  Yang sebenarnya

Di sini mungkin juga termasuk penghakiman Allah, bukan hanya tindakan manusia.

✕  Sering dikira

Menganggap kehancuran ini permanen tanpa harapan; namun ayat-ayat selanjutnya menunjukkan ada sisa yang selamat.

✓  Yang sebenarnya

Ada sisa yang selamat, seperti ayat 13-16.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 24:12

Pintu-pintu yang kita bangun untuk melindungi diri tidak akan bisa menyelamatkan kita dari penghakiman Allah. Satu-satunya perlindungan adalah berlindung dalam Kristus.

Ya Tuhan, jadikan Engkau benteng dan perlindunganku, agar aku aman dalam segala keadaan. Amin.