Harapan yang hancur

Yesaya 20:5

Tanda yang Mengguncangkan

PerikopAsyur akan Mengalahkan Mesir dan Etiopia · Yesaya 20:1-6 →
“Mereka akan terkejut dan malu karena Etiopia, pengharapan mereka, dan karena Mesir, kebanggaan mereka.”

Yesaya 20:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 20:5?

Yesaya 20:5 menggambarkan bahwa orang-orang yang berharap pada Etiopia dan Mesir akan terkejut dan malu. Mereka menyadari bahwa andalan mereka ternyata tidak mampu menolong, dan mereka akan menanggung malu karena kekecewaan itu.

Latar belakang

Pengharapan yang salah

Yesaya menunjukkan bahwa semua orang yang berharap pada Mesir dan Etiopia akan kecewa. Mereka justru akan dipermalukan karena andalan mereka gagal.

Di mana

Yerusalem

Di kota, saat berkhotbah

Kapan

~711 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Asyur menyerang Asdod
Jatuhnya Asyur
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi Allah yang setia, berani menyampaikan pesan keras

O

Kepada

Orang Yehuda

Umat yang bergantung pada aliansi asing

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָתַת

chatat · terkejut

takut, gempar

בּוֹשׁ

bosh · malu

merasa malu, kecewa

מַבָּט

mabbat · pengharapan

sesuatu yang dilihat, tempat berharap

Kata 'pengharapan' menunjukkan apa yang mereka andalkan, tapi hasilnya adalah rasa malu, karena berharap pada yang fana.

Tahukah kamu

Pesisir yang disebut

Istilah 'pesisir' mungkin merujuk pada dataran pantai Filistia, seperti Asdod, yang pernah menjadi sasaran Asyur.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 20:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 20:5

✕  Sering dikira

Mengira ini tentang nasib orang Mesir saja

✓  Yang sebenarnya

Ini dampak bagi Yehuda yang menaruh harapan

✕  Sering dikira

Mengira rasa malu itu hanya perasaan

✓  Yang sebenarnya

Rasa malu di sini berarti kegagalan besar yang nyata

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 20:5

Ketika kita menaruh harapan pada hal-hal yang salah, kita akan mengalami kekecewaan dan rasa malu. Evaluasilah di mana kita menaruh kepercayaan kita; pastikan Tuhan menjadi sandaran utama kita, bukan manusia atau kekuatan lain.

Bapa, ampunilah aku jika aku sering berharap pada hal-hal yang tidak berarti. Arahkan hatiku untuk berlindung hanya pada-Mu, sumber harapan yang sejati. Amin.