Kesombongan Moab

Yesaya 16:6

Peringatan tentang keangkuhan

Kami telah mendengar kesombongan Moab, betapa sombongnya dia, keangkuhannya, kecongkakannya, dan kegeramannya. Bualannya itu tidak benar.

Yesaya 16:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 16:6?

Yesaya mendengar tentang kesombongan Moab yang berlebihan, tetapi bualannya itu tidak benar; ini menunjukkan bahwa harga diri yang berlebihan akan berujung pada kehancuran.

Latar belakang

Dosa kesombongan

Yesaya mengutip laporan tentang kesombongan Moab, yang membual tetapi tidak benar. Ini menjadi alasan mengapa Moab akan dihukum—karena kesombongan mereka.

Di mana

Yerusalem

Dalam konteks perkataan tentang Moab

Kapan

~700 SM

Monarki Akhir / Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Seruan atas Moab
Kehancuran Asyur
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi di Yerusalem, ~740-681 SM

P

Kepada

Pemimpin Yehuda

Para pembuat keputusan di Yerusalem

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

גָּאוֹן

ga'on · kesombongan

keangkuhan atau harga diri yang berlebihan

גַּאֲוָה

ga'avah · keangkuhan

kesombongan yang meninggikan diri

בַּדָּיו

baddav · bualannya

perkataan kosong atau dusta

Kata-kata ini mengungkapkan kesombongan yang kosong dan tidak berdasar; bualan Moab adalah kebohongan belaka. Ini mengingatkan bahwa tinggi hati akan direndahkan.

Tahukah kamu

Kesombongan Moab disebut berulang kali

Dalam kitab Yesaya dan Yeremia, kesombongan Moab adalah tema yang berulang, menunjukkan betapa seriusnya dosa ini di mata Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 16:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 16:6

✕  Sering dikira

Mengira kesombongan hanya masalah sikap

✓  Yang sebenarnya

Kesombongan di sini adalah dosa terhadap Allah karena menolak bergantung pada-Nya.

✕  Sering dikira

Mengira ayat ini hanya berlaku untuk Moab

✓  Yang sebenarnya

Ini peringatan universal bagi semua orang yang menyombongkan diri.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 16:6

Kesombongan sering menutup mata terhadap kelemahan diri. Lebih baik rendah hati dan mengakui ketergantungan pada Tuhan daripada menyombongkan diri tanpa dasar yang benar.

Tuhan, jauhkan aku dari kesombongan yang sia-sia, dan berikan aku kerendahan hati yang sejati, Amin.