Air Nimrim Kering

Yesaya 15:6

Kemarau di Negeri Moab

Sungguh, air di Nimrim menjadi kering, rumputnya layu, rumput muda telah habis. Tidak ada lagi tumbuhan hijau.

Yesaya 15:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 15:6?

Air di Nimrim menjadi kering, rumput layu, dan tumbuhan mati. Ini menggambarkan kehancuran total sumber daya alam Moab, sehingga tidak ada lagi makanan atau air untuk bertahan hidup.

Latar belakang

Bencana Ekologis

Sungai Nimrim yang biasanya mengalir kini kering total. Rumput dan tumbuhan hijau mati karena kekeringan. Ini menggambarkan sumber kehidupan Moab mati satu per satu, sejalan dengan kehancuran yang mereka alami.

Di mana

Nimrim

Lembah sungai Nimrim, daerah yang subur di Moab

Kapan

~700 SM

Periode nabi-nabi pra-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kehancuran kota Moab oleh musuh
Pengungsian besar-besaran
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi yang jeli melihat tanda-tanda alam sebagai pesan ilahi.

P

Kepada

Pembaca kitab Yesaya

Orang yang tahu bahwa kekeringan adalah bencana besar.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יָבֵשׁ

yavesh · kering

Menjadi kering, kehilangan air.

חָפֵר

chaphar · layu

Menjadi layu atau pudar, kehilangan kehijauan.

תָּמַם

tamam · habis

Selesai, menghilang, tidak ada lagi.

Urutan kata 'kering', 'layu', 'habis' menunjukkan proses yang berkesinambungan dan total. Akar kata 'tamam' memberi makna 'selesai', menegaskan bahwa tidak ada harapan lagi.

Tahukah kamu

Nimrim Berarti 'Air Bersih'?

Nama Nimrim berasal dari akar kata yang berarti 'air jernih' atau 'macan tutul'. Keduanya bisa menjadi simbol kekuatan dan kesuburan yang kini hilang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 15:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 15:6

✕  Sering dikira

Ini hanya nubuat simbolik, bukan kenyataan.

✓  Yang sebenarnya

Ini nubuat yang nyata; kekeringan adalah bencana yang sering terjadi dan nyata.

✕  Sering dikira

Air dan tumbuhan mati karena penyembahan berhala Moab.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab melihat bencana alam bisa menjadi alat penghukuman, tapi tidak pernah otomatis mengaitkan dengan dosa spesifik.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 15:6

Ketika sumber daya alam kita habis atau situasi berubah buruk, kita bisa putus asa. Namun, Allah adalah sumber kehidupan yang tidak pernah kering. Tetaplah berharap kepada-Nya, bukan pada keadaan.

Bapa, ketika segala sesuatu di sekelilingku tampak kering dan mati, ingatkanlah aku bahwa Engkaulah sumber air hidup yang selalu memuaskan jiwaku. Amin.