Kepalan tangan ke Yerusalem

Yesaya 10:32

Asyur: Alat Murka, Lalu Dihukum

Hari ini juga, Asyur akan berhenti di Nob dan dia akan mengacungkan kepalan tangannya ke gunung putri Sion, bukit Yerusalem.

Yesaya 10:32 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 10:32?

Asyur berhenti di Nob, sangat dekat dengan Yerusalem, dan mengancam dengan kepalan tangan. Ini menunjukkan bahwa musuh telah mencapai titik paling dekat, siap menyerang gunung Sion dan Yerusalem. Situasinya sangat genting, dan ancaman nyata bagi umat Tuhan.

Latar belakang

Asyur mengepung Yerusalem

Pasukan Asyur berhenti di Nob, dekat Yerusalem, dan mengacungkan tinju ke arah gunung Sion. Ini adalah aksi yang menantang, tetapi Tuhan akan bertindak.

Di mana

Yerusalem

Nubuat, dibacakan di kota

Kapan

~701 SM

Periode Raja Hizkia

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Asyur mengepung Yerusalem
Murka TUHAN atas Asyur
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi di Yehuda, ~740-680 SM

P

Kepada

Penduduk Yerusalem

Umat pilihan, menghadapi ancaman Asyur

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נֹב

Nov · Nob

nama kota, berarti 'tinggi' atau 'tempat tinggi'

נוּף

nuf · mengacungkan

mengayunkan atau mengangkat (tinju) sebagai ancaman

בַּת־צִיּוֹן

bat Tsiyyon · putri Sion

personifikasi Yerusalem, anak perempuan Sion

Mengacungkan tinju adalah isyarat permusuhan, tetapi 'putri Sion' adalah milik Tuhan. Tuhan tidak akan membiarkan musuh menyentuh putri-Nya.

Tahukah kamu

Nob, kota para imam

Nob adalah tempat tabut Allah pernah disimpan di masa Saul, tetapi kemudian dihancurkan oleh Saul karena imam Ahimelekh. Sekarang menjadi tempat Asyur berkemah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 10:32

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 10:32

✕  Sering dikira

Berpikir Tuhan telah meninggalkan Yerusalem

✓  Yang sebenarnya

Justru Tuhan akan membela Yerusalem karena ancaman ini ditujukan kepada-Nya.

✕  Sering dikira

Menganggap Asyur hanya menyerang kota biasa

✓  Yang sebenarnya

Mereka menyerang kota pilihan Tuhan, jadi ini adalah serangan kepada Tuhan sendiri.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 10:32

Terkadang musuh atau masalah kita terasa begitu dekat, seperti ancaman langsung. Namun, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita sendirian. Saat ancaman tampak nyata, mari kita arahkan pandangan kepada Tuhan yang lebih besar dari semua tantangan.

Ya Tuhan, meskipun masalah-Mu terlihat besar, aku percaya Engkau lebih besar. Lindungi aku dan beri aku damai sejahtera-Mu. Amin.