Kota-kota kecil gemetar

Yesaya 10:31

Asyur: Alat Murka, Lalu Dihukum

PerikopOrang Asyur Berperang · Yesaya 10:27-34 →
“Orang Madmena melarikan diri, Orang Gebim mengungsi.”

Yesaya 10:31 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 10:31?

Ayat ini menggambarkan kekacauan dan ketakutan di antara kota-kota Israel saat tentara Asyur mendekat. Galim, Laisya, dan Anatot adalah tempat-tempat yang terkena dampak, dan seruan mereka menunjukkan betapa dahsyatnya ancaman musuh. Ini menekankan realitas kehancuran yang mendekat dan kepanikan yang ditimbulkannya.

Latar belakang

Kota-kota kecil melarikan diri

Yesaya menggambarkan pasukan Asyur bergerak cepat mendekati Yerusalem. Kota-kota kecil seperti Madmena dan Gebim ketakutan dan penduduknya melarikan diri.

Di mana

Yerusalem

Nubuat, dibacakan di kota

Kapan

~701 SM

Periode Raja Hizkia

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Asyur menyerang Yehuda
Murka TUHAN atas Asyur
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi di Yehuda, ~740-680 SM

P

Kepada

Penduduk Yerusalem

Umat pilihan, menghadapi ancaman Asyur

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מַדְמֵנָה

Madmenah · Madmena

nama tempat, mungkin berarti 'tumpukan kotoran'

גֵּבִים

Gebhim · Gebim

nama tempat, berarti 'parit' atau 'kolam'

נוּס

nus · melarikan diri

kabur, lari karena takut

Nama-nama tempat ini mungkin terdengar asing, tetapi menunjukkan bahwa tidak ada tempat yang aman dari serangan Asyur. Bahkan desa kecil pun ikut mengungsi.

Tahukah kamu

Madmena dan Gebim

Madmena dan Gebim adalah desa-desa kecil di suku Benyamin, dekat Yerusalem. Nama Gebim berarti 'parit' atau 'kolam', menunjukkan daerah yang rendah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 10:31

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 10:31

✕  Sering dikira

Menganggap semua kota ini adalah kota besar yang penting

✓  Yang sebenarnya

Sebenarnya desa kecil yang tidak dikenal, justru menunjukkan betapa meluasnya ketakutan.

✕  Sering dikira

Berpikir ini hanya tentang masa lalu, tidak relevan sekarang

✓  Yang sebenarnya

Ini menggambarkan kehancuran yang menimpa orang yang melawan Allah, dan peringatan bagi kita.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 10:31

Ketika masalah datang seperti tentara yang mendekat, kita bisa panik dan teriak minta tolong. Namun, alih-alih takut, ingatlah bahwa Tuhan berdaulat atas segalanya. Biarlah kekhawatiran kita menjadi pengingat untuk berdoa dan berserah kepada-Nya, bukan lari ketakutan.

Tuhan, saat badai kehidupan datang, beri aku keberanian untuk tetap tenang dan berpegang pada janji-Mu. Amin.