Menindas yang lemah, menjadikan mereka mangsa

Yesaya 10:2

Celakalah Penindas, Asyur Alat Murka TUHAN

untuk menyisihkan orang miskin dari keadilan dan untuk merampok hak orang melarat dari antara umat-Ku, supaya janda-janda menjadi jarahan mereka dan anak-anak yatim menjadi mangsa mereka.

Yesaya 10:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 10:2?

Ayat ini mengecam perlakuan tidak adil terhadap golongan rentan: orang miskin, melarat, janda, dan yatim. Mereka dirampas haknya, dan yang lemah menjadi korban keserakahan.

Latar belakang

Merampas hak orang lemah

Yesaya menggambarkan bagaimana para pemimpin dengan sengaja menyingkirkan orang miskin dari keadilan, merampok hak mereka, dan memperlakukan janda serta yatim sebagai jarahan. Ini adalah gambaran korupsi yang merajalela.

Di mana

Yerusalem

Ruang pengadilan atau istana

Kapan

~740 SM

Kerajaan Terbagi (Yehuda)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Peringatan Yesaya
Serangan Asyur
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya bin Amos

Nabi di Yehuda, ~740–680 SM

P

Kepada

Para pemimpin Yehuda

Pembuat kebijakan di Israel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הַטּוֹת

hattot · menyisihkan

membelokkan atau menyelewengkan

גָּזַל

gazal · merampok

mengambil dengan paksa

בַּז

baz · mangsa

jarahan atau rampasan perang

Kata-kata ini menunjukkan tindakan aktif dan agresif: membelokkan keadilan, merampas hak, dan memperlakukan manusia seperti rampasan. Ini bukan sekadar pasif, tetapi kejahatan yang disengaja.

Tahukah kamu

Janda dan yatim

Dalam budaya Israel kuno, janda dan yatim adalah kelompok paling rentan karena tidak memiliki pelindung laki-laki. Mereka dilindungi khusus oleh hukum Taurat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 10:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 10:2

✕  Sering dikira

Orang miskin selalu benar dan orang kaya selalu salah.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini menekankan ketidakadilan struktural, bukan menyalahkan kekayaan itu sendiri.

✕  Sering dikira

Ini hanya soal uang.

✓  Yang sebenarnya

Ini tentang perlakuan adil dan martabat manusia di mata hukum.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 10:2

Siapa yang rentan di sekitar kita? Sudahkah kita peka terhadap kebutuhan mereka? Keadilan sejati dimulai dari kepedulian kecil yang nyata.

Bapa, bukalah mataku untuk melihat mereka yang terabaikan, dan pakailah aku sebagai alat keadilan-Mu. Amin.