Amsal tentang perak dan anggur

Yesaya 1:22

Panggilan untuk Bertobat

PerikopHukuman atas Yerusalem · Yesaya 1:21-31 →
“Perakmu telah menjadi sampah, air anggurmu telah bercampur dengan air.”

Yesaya 1:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 1:22?

Ayat ini menggambarkan korupsi dan kemerosotan kualitas hidup: perak yang dahulu murni menjadi sampah (atau terak), dan anggur yang baik dicampur air. Ini melambangkan orang-orang yang dahulu baik telah rusak, kehilangan nilai aslinya.

Latar belakang

Kemerosotan moral memimpin

Yesaya menggunakan metafora perak yang menjadi sampah dan anggur yang dicampur air untuk menggambarkan pemimpin yang korup. Kota yang dulu setia kini penuh dengan penyuapan dan ketidakadilan, terutama terhadap anak yatim dan janda.

Di mana

Yerusalem

Di ruang publik kota, saat ibadah

Kapan

~740 SM

Kerajaan Terpecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemerintahan Uzia
Pembuangan Yehuda
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi yang melayani di Yehuda, ~740-680 SM

O

Kepada

Orang Yehuda

Penduduk Yerusalem yang hidup dalam kemunafikan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

סִיג

sig · sampah

Kotoran logam, sisa yang tidak berguna

מָהַל

mahal · bercampur

Mengencerkan, mencampur dengan air

מַיִם

mayim · air

Air biasa, membuat anggur tidak murni

Kata 'sig' (sampah) dan 'mahaal' (bercampur) menekankan bahwa dosa merusak kemurnian, baik dalam kepemimpinan maupun dalam ibadah. Ini menggambarkan kemunafikan yang ditolak Allah.

Tahukah kamu

Perak murni vs sampah

Dalam proses pemurnian perak, kotoran (dross) dipisahkan dari logam mulia. Metafora ini menunjukkan bahwa para pemimpin adalah 'dross' yang seharusnya dibuang, bukan dipakai.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 1:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 1:22

✕  Sering dikira

Perak dan anggur adalah komoditas fisik yang jelek.

✓  Yang sebenarnya

Ini metafora tentang kemurnian moral yang rusak.

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang pasar ekonomi.

✓  Yang sebenarnya

Ini menegur para pemimpin yang korup dan tidak adil.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 1:22

Apa yang kita biarkan mencemari hidup kita? Nilai-nilai dunia bisa mengencerkan iman kita. Mari jaga kemurnian hidup di hadapan Tuhan.

Tuhan, bersihkan hatiku dari segala campuran yang merusak. Kembalikan aku pada kemurnian iman yang sejati. Amin.