Luka yang tak tersembuhkan

Yeremia 8:21

Dukacita Nabi

PerikopDosa dan Hukuman · Yeremia 8:4-22 →
“Karena luka-luka putri jemaatku, aku terluka; dan kecemasan mencengkeram aku.”

Yeremia 8:21 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 8:21?

Yeremia merasakan sakit yang mendalam karena kehancuran umatnya. 'Putri jemaatku' adalah metafora untuk bangsa Yehuda. Nabi ikut terluka dan cemas karena melihat penderitaan bangsanya, menunjukkan kasihnya yang dalam dan empati yang tulus.

Latar belakang

Kesedihan nabi

Yeremia meratapi luka bangsanya yang parah. Ia bertanya-tanya mengapa tidak ada obat atau tabib yang menyembuhkan, melukiskan keputusasaan dan keterlibatan pribadinya.

Di mana

Yerusalem

Dalam renungan dan ratapan

Kapan

~586 SM

Kerajaan Yehuda akhir

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengepungan Babel
Yerusalem jatuh
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Nabi Yeremia

Nabi yang menangis, ~40 tahun

P

Kepada

Pembaca

Orang yang mendengar ratapan ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

צֳרִי

tsori · balsam

Getah resin penyembuh dari Gilead

רֹפֵא

rofe · tabib

Dokter, penyembuh luka

שֶׁבֶר

shever · luka

Patah, luka parah, kehancuran

Shever berarti fraktur atau kehancuran total, bukan luka ringan; ini menunjukkan situasi yang membutuhkan intervensi ilahi, bukan sekadar pengobatan biasa.

Tahukah kamu

Balsam Gilead

Gilead terkenal dengan resin pohon balsam yang digunakan sebagai obat tradisional, menjadi simbol penyembuhan yang mujarab.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 8:21

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 8:21

✕  Sering dikira

Yeremia hanya berbicara tentang penyakit fisik.

✓  Yang sebenarnya

Ini metafora untuk kondisi spiritual dan moral bangsa yang hancur.

✕  Sering dikira

Tuhan tidak sanggup menyembuhkan.

✓  Yang sebenarnya

Pertanyaan retoris menunjukkan bahwa Allah sebenarnya adalah tabib sejati, tetapi mereka menolak bertobat.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 8:21

Kita dipanggil untuk tidak hanya peduli pada diri sendiri, tetapi ikut merasakan penderitaan orang lain. Empati yang tulus dapat mendorong kita untuk berdoa dan bertindak bagi mereka yang membutuhkan.

Tuhan, berikan aku hati yang peka untuk turut merasakan penderitaan sesamaku, dan berilah aku keberanian untuk menolong. Amin.