Tembok Diruntuhkan

Yeremia 52:14

Kehancuran Yerusalem dan Pembuangan

PerikopYerusalem Mengalami Kejatuhan · Yeremia 52:1-30 →
“Seluruh pasukan orang-orang Kasdim yang menyertai kepala pengawal itu, merobohkan semua tembok di sekeliling Yerusalem.”

Yeremia 52:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 52:14?

Seluruh tembok Yerusalem dirobohkan oleh pasukan Kasdim. Tembok yang dulunya lambang keamanan dan perlindungan kota kini rata dengan tanah, menandakan bahwa perlindungan manusia tidak ada artinya tanpa Tuhan.

Latar belakang

Tembok yang Roboh

Seluruh pasukan Kasdim yang bersama kepala pengawal merobohkan tembok di sekeliling Yerusalem. Tidak ada satu batu pun yang tersisa sebagai benteng. Ini membuat kota tidak berdaya dan menjadi reruntuhan.

Di mana

Yerusalem

Sekeliling tembok kota

Kapan

~587 SM

Kejatuhan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Bait Allah terbakar
Pembuangan ke Babel
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Yeremia

Nabi yang menyaksikan kehancuran

U

Kepada

Umat Israel

Dalam pembuangan dan sesudahnya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָתַץ

natats · merobohkan

Menghancurkan, membongkar sampai rata.

חוֹמָה

chomah · tembok

Dinding pertahanan kota.

סָבִיב

saviv · sekeliling

Di sekeliling, di semua sisi.

Menghancurkan tembok melambangkan hilangnya perlindungan. Kata 'saviv' (sekeliling) menunjukkan kehancuran total tanpa pengecualian.

Tahukah kamu

Tembok yang Dibangun Salomo

Tembok yang dirobohkan ini mungkin adalah yang dibangun pada zaman Salomo, dan kemudian dibangun kembali oleh Nehemia setelah pembuangan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 52:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 52:14

✕  Sering dikira

Mengira hanya Babel yang merobohkan

✓  Yang sebenarnya

Alkitab menunjukkan Allah yang memakai Babel sebagai alat.

✕  Sering dikira

Mengira tembok bisa melindungi dari Allah

✓  Yang sebenarnya

Tembok tidak dapat menghalangi penghakiman Allah.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 52:14

Saat kita mengandalkan kekuatan sendiri, seperti tembok yang kuat, Tuhan bisa mengizinkan itu runtuh. Mari belajar bergantung pada Tuhan sebagai perlindungan sejati, bukan pada harta atau status.

Ya Tuhan, aku sadar bahwa perlindungan-Mu adalah satu-satunya yang abadi; jauhkan aku dari kesombongan yang mengandalkan kekuatanku sendiri. Amin.