Tembok Runtuh
Nehemia 1:3
Kabar Buruk dari Yerusalem
“Mereka berkata kepadaku, “Orang-orang yang tertinggal di sana, di provinsi, yang terhindar dari penawanan, berada dalam kesukaran besar dan tercela. Tembok Yerusalem telah runtuh dan pintu-pintu gerbangnya terbakar api.””Nehemia 1:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar."”Nehemia 1:3 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka menceritakan bahwa orang-orang bekas buangan yang telah kembali ke tanah air itu, kini hidup sengsara dan dihina oleh bangsa-bangsa asing yang ada di sekitarnya. Lagipula, tembok-tembok kota Yerusalem masih hancur berantakan dan pintu-pintu gerbangnya belum diperbaiki sejak dibakar di waktu yang lampau.”Nehemia 1:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab mereka, “Orang-orang yang kembali dari pembuangan dan rakyat yang ditinggal di wilayah Yehuda mengalami banyak kesulitan dan dipermalukan. Benteng kota Yerusalem sudah dirobohkan, dan pintu gerbangnya sudah dibakar.””Nehemia 1:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they said unto me, The remnant that are left of the captivity there in the province are in great affliction and reproach: the wall of Jerusalem also is broken down, and the gates thereof are burned with fire.”Nehemia 1:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Nehemia 1:3?
Kabarnya, orang-orang Yahudi yang tersisa di provinsi Yehuda berada dalam kesulitan besar dan menjadi cela karena tembok Yerusalem sudah runtuh dan gerbangnya terbakar, membuat kota tanpa perlindungan.
Latar belakang
Laporan tentang Yerusalem
Hanani dan rombongan melaporkan bahwa orang-orang yang tersisa di Yerusalem mengalami kesukaran dan aib. Tembok kota telah runtuh dan pintu-pintu gerbangnya terbakar, membuat kota itu tidak terlindungi dan terhina.
Di mana
Susan (Susa), Iran
Di istana, sedang berbicara dengan Nehemia
Kapan
~445 SM
Pemulihan pasca-pembuangan
Yang berbicara
Hanani dan rombongan
Utusan dari Yehuda, pelapor kondisi Yerusalem
Kepada
Nehemia
Juru minum raja Persia, orang Yahudi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חֶרְפָּה
cherpah · Tercela
Aib, celaan, penghinaan
חוֹמָה
chomah · Tembok
Dinding pertahanan kota
נָפַץ
nafatz · Runtuh
Pecah, hancur, atau roboh
Ketiga kata ini—'tercela', 'tembok', 'runtuh'—menyoroti bahwa kehancuran fisik menyebabkan kehinaan sosial; tembok bukan hanya batu, tapi simbol keamanan dan martabat bangsa. Runtuhnya tembok = hilangnya perlindungan dan harga diri.
Tahukah kamu
Tembok Yerusalem
Tembok Yerusalem yang disebutkan di sini adalah yang dihancurkan oleh Nebukadnezar pada 586 SM, dan belum dibangun kembali sejak itu meskipun Bait Allah sudah dipugar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Nehemia 1:3
2 Raja-raja 25:10
Tembok dihancurkan
“Seluruh tentara orang Kasdim yang bersama panglima itu meruntuhkan tembok sekeliling Yerusalem.”
Mazmur 44:14
Celaan bangsa
“Engkau membuat kami menjadi celaan bagi tetangga-tetangga kami...”
Daniel 9:12
Akibat dosa
“... dan Dia meneguhkan firman-Nya yang diucapkan-Nya terhadap kami; karena di bawah langit yang seluruh ini belum pernah terjadi yang terjadi di Yerusalem.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Nehemia 1:3
✕ Sering dikira
Mengira tembok runtuh hanya karena faktor alam atau peperangan baru.
✓ Yang sebenarnya
Kehancuran itu akibat pembuangan sebelumnya; penghinaan adalah karena kota tetap hancur.
✕ Sering dikira
Berpikir 'tercela' hanya perasaan subjektif.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah kenyataan sosial: kota tanpa tembok dihina musuh dan tetangga.
Renungan
Renungan Singkat Nehemia 1:3
Runtuhnya tembok membuat penduduk rentan terhadap serangan. Dalam hidup, ada 'tembok' yang melindungi kita secara fisik dan emosional; kita perlu menjaga dan membangunnya.
Ya Allah, perhatikanlah segala kehancuran yang terjadi di sekelilingku. Kiranya aku tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain. Amin.