Sesakh Direbut, Babel Dihancurkan

Yeremia 51:41

Babel Jatuh, Pujian Bumi Berakhir

Betapa Sesakh direbut, pujian seluruh bumi dirampas! Betapa Babel telah menjadi kengerian di antara bangsa-bangsa!

Yeremia 51:41 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 51:41?

Babel (disebut Sesakh) akan direbut dan dirampas, kota yang menjadi pujian seluruh bumi akan menjadi kengerian. Ini menggambarkan betapa cepatnya kejatuhan dan kehancuran mereka.

Latar belakang

Ratapan atas Babel yang Jatuh

Ayat ini adalah ratapan yang menggambarkan bagaimana Babel yang menjadi pujian seluruh bumi kini direbut dan menjadi kengerian. 'Sesakh' adalah nama kode untuk Babel yang digunakan Yeremia.

Di mana

Babel

Lagu ratapan atas Babel

Kapan

~590 SM

Nabi-nabi terakhir

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Babel belum jatuh
Babel jatuh
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis

Yeremia, nabi yang menyaksikan kehancuranYerusalem

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang Yehuda di pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שֵׁשַׁךְ

Sheshakh · Sesakh

Nama kode untuk Babel menggunakan atbash.

נִלְכְּדָה

nilkedah · direbut

Ditangkap atau direbut, seperti kota yang jatuh.

שַׁמָּה

shammah · kengerian

Kebinasaan atau kehancuran yang mengerikan.

Penggunaan nama kode menunjukkan perencanaan Allah yang tersembunyi; 'direbut' dan 'kengerian' menggambarkan kehancuran total yang tidak terhindarkan.

Tahukah kamu

Kode Rahasia

'Sesakh' adalah atbash dari 'Babel' — sistem sandi Ibrani kuno. Ini membuat nubuat terasa dramatis.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 51:41

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 51:41

✕  Sering dikira

Sesakh adalah kota lain yang berbeda dari Babel.

✓  Yang sebenarnya

Sesakh adalah nama kode untuk Babel.

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti Babel tidak akan pernah berarti lagi.

✓  Yang sebenarnya

Ini nubuat historis tentang kejatuhan Babel, bukan ramalan masa depan yang terus berlanjut.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 51:41

Ketika kita mengandalkan kekuatan sendiri, kita rentan terhadap kejatuhan. Kita perlu membangun hidup di atas dasar yang kokoh, yaitu firman Tuhan.

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk membangun hidup kami di atas Engkau, bukan di atas kekuatan atau prestasi sendiri. Amin.