Kuda Nafsu yang Merongrong

Yeremia 5:8

Mencari Satu Orang yang Benar

PerikopHukuman TUHAN Tidak Dapat Dihindari · Yeremia 5:1-31 →
“Mereka seperti kuda-kuda jantan yang gemuk dan penuh nafsu, masing-masing meringkik menginginkan istri sesamanya.”

Yeremia 5:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 5:8?

Perumpamaan tentang kuda jantan yang gemuk dan penuh nafsu menggambarkan hawa nafsu yang tidak terkendali. Mereka meringkik menginginkan istri sesamanya, menunjukkan perzinahan yang merajalela. Ini adalah gambaran yang kuat tentang dosa yang membabi buta dan tidak tahu malu, yang terjadi di tengah-tengah umat yang seharusnya menjadi terang.

Latar belakang

Nafsu yang Tidak Terkendali

Tuhan menggambarkan umat-Nya seperti kuda jantan yang gemuk dan penuh nafsu, yang meringkik karena menginginkan istri orang lain. Ini adalah kiasan yang sangat kasar untuk menggambarkan keserakahan dan perzinahan mereka yang merajalela.

Di mana

Yerusalem

Alegori tentang perilaku umat

Kapan

~600 SM

Zaman Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kebangkitan Babel
Pembuangan ke Babel
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Allah Israel yang berfirman melalui Yeremia

Y

Kepada

Yeremia

Nabi yang menyampaikan pesan Tuhan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

סוּס

sus · kuda

kuda, terutama yang jantan

מְזֻיָּן

mezuyyan · gemuk

gemuk, besar, atau bersemangat

צָהַל

tsahal · meringkik

meringkik, mengeluarkan suara nyaring

Metafora kuda yang gemuk dan meringkik menunjukkan nafsu yang berlebihan dan tidak terkendali, seperti hewan yang hanya menuruti insting tanpa kontrol moral.

Tahukah kamu

Kuda dalam Perang

Kuda jantan dalam konteks militer sering dilatih untuk agresif, dan gambaran ini menunjukkan kekuatan yang tidak terkendali dan berbahaya, terutama saat melihat lawan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 5:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 5:8

✕  Sering dikira

Metafora ini hanya tentang dosa seksual.

✓  Yang sebenarnya

Selain perzinahan harfiah, ini juga mencakup penyembahan berhala yang dianggap 'perzinahan rohani'.

✕  Sering dikira

Tuhan tidak peduli dengan nafsu manusia.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan sangat peduli dan menganggapnya serius; Ia menghakimi karena nafsu yang tidak bertobat.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 5:8

Dalam dunia yang dipenuhi godaan, kita dipanggil untuk menjaga kekudusan hati dan pikiran. Apakah kita membiarkan hawa nafsu menguasai kita? Mari kita belajar mengendalikan diri dan setia dalam komitmen kita, terutama dalam hubungan.

Ya Tuhan, kendalikanlah nafsuku dan jagalah mataku dari hal-hal yang dapat menyesatkanku. Buatlah aku setia dalam segala hal, Amin.