Duka atas Gaza dan Askelon
Yeremia 47:5
Nubuatan atas Filistin
PerikopMengenai Orang Filistin · Yeremia 47:1-7 →“Kegundulan telah menimpa Gaza, Askelon telah dihancurkan. Hai sisa-sisa orang dari lembah mereka, berapa lama kamu akan menyayat-nyayat dirimu sendiri?”Yeremia 47:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Gaza telah menjadi gundul, Askelon telah menjadi bungkam; hai Asdod, sisa orang Enak, berapa lama lagi engkau menoreh-noreh diri? Yeremia 47.6–48.5 237”Yeremia 47:5 · TB
Terjemahan Baru
“Orang Gaza ditimpa kesedihan besar; penduduk Askelon membisu. Sampai kapan orang Filistin yang tersisa terus berduka?”Yeremia 47:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Baldness is come upon Gaza; Ashkelon is cut off with the remnant of their valley: how long wilt thou cut thyself?”Yeremia 47:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 47:5?
Gaza dan Askelon, kota-kota Filistin utama, akan ditandai dengan kesedihan dan kehancuran. 'Menoreh diri' adalah tanda berkabung kuno, yang menunjukkan betapa dalamnya duka mereka. Sisa-sisa penduduk bertanya-tanya berapa lama kesedihan ini akan berlangsung.
Latar belakang
Kota-kota yang hancur
Ayat ini menggambarkan akibat kehancuran: Gaza menjadi gundul, Askelon diam, dan sisa-sisa penduduk diminta untuk berapa lama lagi mereka akan menyayat diri sebagai tanda berkabung. Ini menunjukkan kesia-siaan perlawanan mereka.
Di mana
Gaza
Wilayah Filistin yang disebut dalam ayat
Kapan
~605 SM
Zaman kerajaan Yehuda, sebelum pembuangan
Yang berbicara
Yeremia
Nabi TUHAN, ~60 tahun, berkhotbah di Yerusalem
Kepada
Orang-orang Filistin
Bangsa yang tinggal di pesisir, sering bermusuhan dengan Israel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָרְחָה
qorcha · Kegundulan
kebotakan, kegundulan, sebagai tanda duka atau hukuman
דָּמָה
damah · dihancurkan
diam, dibinasakan, binasa, menjadi sunyi
גָּדַד
gadad · menyayat-nyayat
mengiris diri, menggores, sebagai tanda berkabung
Ketiga kata ini menggambarkan duka yang mendalam: 'kegundulan' (botak) adalah tanda perkabungan, 'dihancurkan' (diam) berarti menjadi sunyi, dan 'menyayat-nyayat' adalah ritual berkabung. Ini menunjukkan bahwa kehancuran itu total dan duka itu sia-sia.
Tahukah kamu
Menyayat diri adalah ritual berkabung
Dalam budaya kuno, menyayat diri adalah tanda duka yang dalam, tetapi TUHAN mempertanyakan berapa lama mereka akan melakukannya, karena tidak ada harapan bagi mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 47:5
Mikha 1:16
Gundul tanda duka
“Mengguntinglah rambutmu dan gundullah kepalamu, sebab anak-anakmu yang menjadi kegemaranmu; buatlah kepalamu gundul seperti gundulnya burung bangkai, sebab mereka akan pergi sebagai orang buangan dari padamu.”
Yeremia 48:37
Torehan tangan
“Setiap kepala digundul dan setiap janggut dipotong; pada setiap tangan ada torehan dan pada setiap pinggang ada kain kabung.”
Yesaya 15:2
Kepala gundul
“Mereka naik ke kuil dan ke Dibon, ke bukit-bukit pengorbanan untuk menangis; karena Moab meratap karena Nebo dan karena Medeba; setiap kepala digundul dan setiap janggut dicukur.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 47:5
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti orang Filistin tidak boleh berkabung.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini mengejek mereka yang berkabung tanpa pertobatan; kehancuran mereka sudah pasti.
✕ Sering dikira
Gaza dan Askelon adalah dua kota yang berbeda nasibnya.
✓ Yang sebenarnya
Keduanya sama-sama dihancurkan; 'Askelon telah dihancurkan' berarti menjadi sunyi, bukan hanya rusak sebagian.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 47:5
Terkadang kita mengalami duka dan kehancuran yang terasa tak berkesudahan. Dalam situasi seperti itu, kita dapat datang kepada Tuhan yang mengerti dan menghibur kita.
Tuhan, saat kami berduka, datanglah dan hibur kami, dan ingatkan kami bahwa Engkau dekat kepada yang patah hati. Amin.