Membangun rutinitas berhala
Yeremia 44:8
Provokasi yang berkelanjutan
PerikopNubuat Terakhir dari Yeremia · Yeremia 44:1-30 →“dengan memancing-Ku untuk marah dengan pekerjaan-pekerjaan tanganmu, dengan membakar kurban bagi ilah-ilah lain di negeri Mesir, tempat yang telah kamu datangi untuk ditinggali, sehingga kamu akan lenyap dan menjadi kutuk dan hinaan di antara semua bangsa di bumi?”Yeremia 44:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mengapa kamu mau menimbulkan sakit hati-Ku dengan perbuatan tanganmu, yakni membakar korban kepada allah lain di tanah Mesir yang kamu masuki untuk tinggal sebagai orang asing di sana? Mengapa kamu mau menjadi kutuk dan aib di antara segala bangsa di bumi?”Yeremia 44:8 · TB
Terjemahan Baru
“Mengapa kamu melakukan hal-hal yang membuat Aku marah? Kamu datang dan tinggal di Mesir, negeri yang asing bagimu itu, lalu kamu menyembah berhala dan mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa negeri itu! Apakah kamu mau menghancurkan dirimu sendiri supaya kamu dihina oleh segala bangsa di dunia dan namamu dipakai sebagai kutukan?”Yeremia 44:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“In that ye provoke me unto wrath with the works of your hands, burning incense unto other gods in the land of Egypt, whither ye be gone to dwell, that ye might cut yourselves off, and that ye might be a curse and a reproach among all the nations of the earth?”Yeremia 44:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 44:8?
Tuhan menegaskan bahwa penyembahan berhala mereka memancing murka-Nya. Mereka pindah ke Mesir untuk mencari perlindungan, justru di sana mereka semakin menjauh dari Tuhan dan akan menuai kutuk serta aib. Tuhan melihat semua perbuatan mereka.
Latar belakang
Aktivitas yang memicu murka
Tuhan menunjuk pada 'pekerjaan tangan' mereka—membakar kurban kepada ilah-ilah lain di Mesir, tempat mereka berharap mencari keamanan. Aktivitas keagamaan ini justru membuat mereka makin terjerumus dan menjadi sasaran murka-Nya.
Di mana
Patros
Wilayah di Mesir, tempat pengungsi Yehuda berdiam
Kapan
~580 SM
Akhir zaman raja-raja / pembuangan
Yang berbicara
Tuhan
Firman Tuhan melalui Yeremia, menegaskan akibat perbuatan mereka.
Kepada
Orang Yehuda di Mesir
Para pengungsi di Patros, termasuk para perantau
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כַּעַס
ka'as · memancing
menimbulkan kemarahan, memprovokasi
מַעֲשֶׂה
ma'aseh · pekerjaan
perbuatan, karya, hasil tangan
כָּלָה
kalah · lenyap
menjadi habis, binasa
Kata 'ka'as' (memancing) dan 'ma'aseh' (pekerjaan) menunjukkan bahwa aktivitas ritual yang tampak saleh bisa menjadi provokasi serius terhadap Tuhan. Kata 'kalah' (lenyap) menggambarkan akibatnya: kepunahan total, bukan sekadar hukuman sementara.
Tahukah kamu
Kata 'memancing' berarti 'menyebabkan murka'
Dalam bahasa Ibrani, kata ini memiliki akar yang menggambarkan tindakan 'menghina' atau 'memprovokasi' secara berlebihan, bukan sekadar membuat marah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 44:8
Ulangan 4:24
Allah cemburu
“Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.”
2 Raja-raja 22:17
membangun altar
“Sebab mereka telah meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain, sehingga mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan semua perbuatan tangan mereka.”
Ratapan 2:17
hukuman genap
“TUHAN telah melakukan apa yang dirancang-Nya, Dia telah menggenapi firman-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 44:8
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa ibadah kepada ilah lain adalah hal yang wajar di negeri asing.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan melarang penyembahan berhala di mana pun, karena itu adalah penghinaan terhadap kekudusan-Nya.
✕ Sering dikira
Menyalahkan Tuhan karena 'kecewa' dan terlalu sensitif.
✓ Yang sebenarnya
Kemarahan Tuhan adalah respons yang adil terhadap pengkhianatan dan penghinaan yang terus-menerus.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 44:8
Jangan mencari keamanan di luar Tuhan. Seringkali kita lari kepada hal-hal lain (harta, status, orang) untuk merasa aman, padahal itu menjauhkan kita dari Tuhan.
Ya Tuhan, ajar aku untuk berlindung hanya pada-Mu, bukan pada hal-hal yang memancing murka-Mu. Amin.