Allah yang Cemburu

Ulangan 4:24

Sifat Allah yang Menghanguskan

Karena TUHAN, Allahmu adalah api yang menghanguskan dan Allah yang pencemburu.

Ulangan 4:24 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ulangan 4:24?

Ayat ini menggambarkan Tuhan sebagai api yang menghanguskan, yaitu Allah yang pencemburu terhadap ibadah kepada-Nya. Ini menekankan kesucian dan kekudusan-Nya yang menuntut kesetiaan eksklusif.

Latar belakang

Sifat Allah yang Mencemburui

Musa menegaskan bahwa TUHAN itu seperti api yang menghanguskan dan Allah yang pencemburu. Ini adalah peringatan keras tentang kekudusan-Nya yang tidak bisa disepelekan.

Di mana

Dataran Moab

Timur Sungai Yordan, sebelum masuk Kanaan

Kapan

~1400 SM

Padang Gurun (Pengulangan Taurat)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Memasuki Tanah Kanaan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, ~120 tahun

O

Kepada

Orang Israel

Generasi yang akan masuk Kanaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אֵשׁ

esh · api

api yang membakar, melambangkan kehadiran dan kemurkaan Allah

אָכַל

akal · menghanguskan

memakan habis, menghancurkan total

קַנָּא

qanna · pencemburu

cemburu atau waspada dalam melindungi milik-Nya

Allah yang cemburu adalah Allah yang menginginkan kesetiaan penuh; kemarahan-Nya seperti api yang memurnikan dan menghancurkan yang salah.

Tahukah kamu

Api di Gunung Sinai

Gambaran api mengingatkan pada Gunung Sinai yang berkobar-kobar saat TUHAN memberikan hukum, menunjukkan kehadiran-Nya yang dahsyat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 4:24

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ulangan 4:24

✕  Sering dikira

Allah cemburu seperti manusia yang iri.

✓  Yang sebenarnya

Cemburu di sini berarti membela kesetiaan perjanjian, bukan iri hati.

✕  Sering dikira

Api ini berarti Allah hanya menghukum.

✓  Yang sebenarnya

Api juga melambangkan pemurnian dan kehadiran-Nya; Dia membakar yang jahat, tapi menyelamatkan yang setia.

Renungan

Renungan Singkat Ulangan 4:24

Hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan menunjukkan bahwa kita menghormati kekudusan-Nya dan tidak bermain-main dengan dosa.

Tuhan, murnikan hatiku dari segala kecemburuan pada hal-hal duniawi. Amin.