Bumi meratap dan langit gelap

Yeremia 4:28

Hukuman yang Tak Terelakkan

Karena hal ini, bumi akan meratap dan langit di atas menjadi gelap. Sebab, Aku sudah mengatakannya; Aku telah merencanakan, dan Aku tidak akan berbelas kasihan ataupun berbalik dari hal itu.”

Yeremia 4:28 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 4:28?

Keputusan Allah untuk menghukum tidak akan berubah karena kemurkaan-Nya yang adil. Bumi dan langit ikut berkabung, menandakan betapa seriusnya dosa di hadapan Allah dan betapa pasti konsekuensinya.

Latar belakang

Kesedihan kosmik

Yeremia melihat visi kehancuran total: bumi kembali kacau seperti sebelum penciptaan, gunung berguncang, dan manusia lenyap. Ayat ini mengungkapkan bahwa murka Yahweh tidak berubah dan bumi sendiri meratap sebagai saksi.

Di mana

Yerusalem

Di tengah kota yang penuh ketegangan politik, siang hari

Kapan

~600 SM

Periode kerajaan Yehuda akhir

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Invasi Babel mendekat
Yerusalem jatuh (586 SM)
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi muda dari Anatot, ~40 tahun, melayani menjelang kehancuran Yehuda.

P

Kepada

Pembaca dan pendengar di Yehuda

Orang Yehuda yang keras kepala, mendengar nubuat penghukuman.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָבַל

'aval · meratap

Berkabung, menangis dalam duka, sering untuk kematian.

חָשַׁךְ

khashakh · gelap

Menjadi gelap, kehilangan terang.

שׁוּב

shuv · berbalik

Kembali, berbalik arah, bertobat.

Ketiga kata ini menggambarkan murka ilahi yang tidak berubah, tetapi 'shuv' mengisyaratkan bahwa kembalinya Tuhan bisa terjadi jika manusia bertobat, walaupun di sini tidak.

Tahukah kamu

Bahasa penciptaan dipakai lagi

Istilah 'tidak berbentuk dan kosong' dalam ay. 23 (tohu wa-bohu) hanya muncul di Kejadian 1:2 dan Yeremia 4:23, menggambarkan pembongkaran ciptaan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 4:28

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 4:28

✕  Sering dikira

Menganggap Allah tidak berbelas kasihan sama sekali.

✓  Yang sebenarnya

Frasa 'tidak berbelas kasihan' berbicara tentang keputusan hukuman yang sudah final, bukan sifat Allah yang membenci; Ia tetap setia pada perjanjian.

✕  Sering dikira

Mengira 'meratap' hanya kiasan puitis tanpa makna.

✓  Yang sebenarnya

Dalam pemikiran Ibrani, bumi sebagai ciptaan responsif terhadap hubungan manusia dengan Allah; kehancuran moral berdampak kosmik.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 4:28

Kita tidak boleh bermain-main dengan dosa. Marilah kita hidup dengan hormat dan takut akan Tuhan, menyadari bahwa setiap perbuatan kita ada konsekuensinya.

Tuhan, berikan aku hati yang takut akan Engkau dan bijaksana dalam setiap langkahku. Amin.