Firman TUHAN kepada Nabi Yeremia
Yeremia 37:7
Nubuat tentang Pengepungan yang Pasti
PerikopYeremia Dipenjarakan · Yeremia 37:1-21 →““Beginilah firman TUHAN, Allah Israel, ‘Beginilah harus kamu katakan kepada Raja Yehuda, yang mengutusmu kepada-Ku untuk bertanya kepada-Ku: Ketahuilah, pasukan Firaun yang datang untuk menolongmu akan kembali ke Mesir, ke negeri mereka sendiri.”Yeremia 37:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Beginilah firman TUHAN, Allah Israel. Kepada raja Yehuda, yang menyuruh kamu kepada-Ku untuk meminta petunjuk, harus kamu katakan begini: Lihat, tentara Firaun yang telah berangkat keluar untuk membantu kamu akan kembali ke negerinya, ke Mesir.”Yeremia 37:7 · TB
Terjemahan Baru
“berkata begini kepada utusan Raja Zedekia: "Katakanlah kepada Zedekia, 'Tentara Mesir yang sedang menuju kemari untuk membantumu, akan balik dan pulang.”Yeremia 37:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Thus saith the LORD, the God of Israel; Thus shall ye say to the king of Judah, that sent you unto me to enquire of me; Behold, Pharaoh’s army, which is come forth to help you, shall return to Egypt into their own land.”Yeremia 37:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 37:7?
Tuhan menjawab doa raja melalui Yeremia. Pasukan Firaun yang datang menolong Yehuda akan kembali ke Mesir tanpa hasil, dan Babel akan kembali mengepung Yerusalem. Ini menunjukkan bahwa pertolongan manusia tidak dapat menggagalkan rencana Tuhan; Yehuda tetap akan dihukum.
Latar belakang
Harapan Palsu akan Bantuan Mesir
Pasukan Firaun keluar dari Mesir, sehingga orang Kasdim mengangkat pengepungan Yerusalem sementara. TUHAN memerintahkan Yeremia untuk menyampaikan pesan kepada raja Yehuda: bantuan Mesir tidak akan bertahan; mereka akan kembali ke Mesir, dan Kasdim akan kembali menyerang kota ini.
Di mana
Yerusalem
Yerusalem, saat pasukan Kasdim mundur sementara
Kapan
~588 SM
Kerajaan Yehuda, zaman akhir sebelum pembuangan
Yang berbicara
TUHAN (Allah Israel)
Allah yang hidup, berbicara melalui nabi-Nya
Kepada
Nabi Yeremia
Nabi yang setia, meski ditolak dan dipenjara
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שׁוּב
shuv · kembali
berbalik arah, kembali ke tempat asal
אֶרֶץ
erets · negeri
tanah, wilayah, atau negeri
שָׂרַף
saraf · membakar
menghanguskan dengan api
Kata 'shuv' (kembali) menggarisbawahi sia-sianya harapan pada Mesir: mereka akan mundur kembali ke negerinya, tetapi Babel akan kembali dan menghanguskan kota. Ini menegaskan bahwa janji TUHAN tidak bisa digagalkan oleh aliansi politik.
Tahukah kamu
Apa yang Terjadi dengan Pasukan Firaun?
Menurut catatan sejarah, pasukan Firaun Hofra memang mundur tanpa pertempuran berarti, karena Babel mungkin menyuap mereka atau ancaman dari dalam negeri.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 37:7
Yeremia 21:10
Nubuat serupa
“Sebab Aku telah menetapkan wajah-Ku melawan kota ini untuk kecelakaan dan bukan untuk kebaikan, demikianlah firman TUHAN; kota ini akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel, dan ia akan membakarnya dengan api.”
Yehezkiel 17:17
Mesir tak menolong
“Dan Firaun dengan pasukannya yang besar dan kumpulan orang yang banyak tidak akan menolong mereka dalam perang, ketika timbunan tanah dan tembok pengepungan dibangun untuk melenyapkan banyak orang.”
Yesaya 36:6
Harapan sia-sia
“Sesungguhnya, engkau berharap kepada tongkat bambu yang patah, yaitu Mesir, yang bila seseorang menyandarkan diri kepadanya, maka ia akan masuk ke dalam telapak tangannya dan menembusnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 37:7
✕ Sering dikira
Mengira TUHAN mengirim pasukan Mesir untuk menolong Israel.
✓ Yang sebenarnya
TUHAN tidak mengutus Mesir; justru Dia memperingatkan bahwa bantuan Mesir gagal dan Babel akan kembali.
✕ Sering dikira
Mengira ayat ini berarti Babel tidak akan benar-benar menyerang.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru menegaskan kepastian serangan Babel, meskipun ada jeda sementara.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 37:7
Ketika kita menghadapi masalah, kita sering mencari pertolongan dari orang lain atau keadaan. Namun, ayat ini mengingatkan bahwa hanya Tuhan yang berdaulat atas segala hal. Jangan terlalu bergantung pada pertolongan manusia, tetapi percayalah pada rencana Tuhan, meskipun tidak sesuai harapan kita.
Tuhan, ajari aku untuk selalu bersandar pada-Mu, bukan pada kekuatan manusia, dan percaya bahwa rencana-Mu selalu yang terbaik. Amin.