Raja tidak takut

Yeremia 36:23

Gulungan yang Dibakar dan Ditulis Ulang

Ketika Yehudi telah membaca tiga atau empat kolom, raja memotongnya dengan pisau raut dan melemparkannya ke dalam api yang ada di perapian, hingga semua gulungan habis terbakar dalam api yang ada di perapian.

Yeremia 36:23 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 36:23?

Ketika Yehudi membaca beberapa kolom gulungan, raja memotongnya dengan pisau raut dan melemparkannya ke dalam api sampai seluruh gulungan terbakar. Tindakan ini menunjukkan penolakan dan penghinaan terhadap firman Tuhan yang disampaikan melalui Yeremia.

Latar belakang

Raja dan pegawainya tidak bertobat

Meskipun mendengar semua peringatan yang tertulis dalam gulungan, raja dan pegawai-pegawainya tidak merasa takut sama sekali. Mereka tidak mengoyakkan pakaian sebagai tanda penyesalan, melainkan terus mendengarkan dengan hati yang keras.

Di mana

Yerusalem

Istana musim dingin, ruang perapian

Kapan

~604 SM

Kerajaan Yehuda (akhir)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Gulungan mulai dibakar
Gulungan ditulis ulang
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis/Editor Kitab Yeremia

Narator yang mencatat peristiwa, mungkin Barukh atau redaktur kemudian.

P

Kepada

Pembaca kitab

Orang-orang yang membaca atau mendengar kitab ini.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

פָּחַד

pāḥad · takut

gentar, ngeri

שָׁמַע

shāmaʿ · mendengar

mendengar, memperhatikan

קָרַע

qāraʿ · merobek

mengoyakkan, merobek

Mendengar saja tidak cukup; respons yang benar adalah takut dan mengoyakkan pakaian sebagai tanda pertobatan. Raja tidak melakukan itu—ini menunjukkan hati yang bebal, bukan sekadar tidak patuh.

Tahukah kamu

Mengoyakkan pakaian

Mengoyakkan pakaian adalah respons tradisional terhadap kabar buruk atau hujatan, seperti yang dilakukan Raja Hizkia ketika mendengar ancaman Sanherib (2 Raja-raja 19:1).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 36:23

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 36:23

✕  Sering dikira

Pegawai raja juga tidak peduli.

✓  Yang sebenarnya

Beberapa pegawai seperti Elnatan, Delaya, dan Gemarya justru memohon raja untuk tidak membakar (ayat 25).

✕  Sering dikira

Tidak takut berarti berani.

✓  Yang sebenarnya

Ketidakpedulian ini adalah kebodohan rohani, bukan keberanian.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 36:23

Kita mungkin tidak secara fisik membakar Alkitab, tetapi sikap mengabaikan atau meremehkan firman Tuhan sama dengan membakarnya dalam hati. Mari kita hargai setiap firman yang kita dengar dan baca, serta mau merenungkannya untuk hidup kita.

Ya Tuhan, ampunilah aku jika sering mengabaikan firman-Mu. Tanamkan dalam hatiku rasa hormat dan kerinduan untuk hidup sesuai kehendak-Mu, Amin.