Asam Anggur dan Gigi yang Ngilu

Yeremia 31:29

Perjanjian Baru dan Kasih yang Kekal

“Pada hari-hari itu, mereka tidak akan lagi berkata, ‘Para ayah telah makan buah anggur yang asam, dan gigi anak-anak menjadi ngilu.’

Yeremia 31:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 31:29?

Ayat ini mengutip peribahasa populer bahwa orang tua makan buah anggur asam, tetapi gigi anak-anak yang ngilu. Ini menjelaskan bahwa generasi yang sekarang menanggung akibat dosa orang tua mereka. Namun, Tuhan hendak mengubah situasi ini.

Latar belakang

Amsal yang keliru

Orang-orang memakai peribahasa: 'Ayah makan buah asam, gigi anak-anak menjadi ngilu' untuk menyalahkan orang tua atas dosa mereka. Tuhan berkata peribahasa itu tidak berlaku lagi; setiap orang bertanggung jawab atas dosanya sendiri.

Di mana

Yerusalem

Nubuat di tengah suasana keluhan

Kapan

~627 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan Babel
Kembalinya dari pembuangan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah yang adil dan penyayang

I

Kepada

Israel

Umat yang sedang merenungkan penderitaan mereka

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בֹּסֶר

boser · asam

anggur mentah atau buah anggur yang belum matang, rasanya asam.

אָב

av · ayah

ayah kandung, generasi sebelumnya.

שֵׁן

shen · gigi

gigi, melambangkan kesehatan dan kemampuan untuk makan.

Peribahasa ini menekankan kesalahan generasi, tetapi Tuhan ingin menunjukkan bahwa setiap orang berdosa dihakimi secara pribadi, bukan diwariskan secara otomatis.

Tahukah kamu

Buah asam yang dipungut

Dalam tradisi Israel, ada aturan bahwa buah dari pohon yang ditanam dalam tiga tahun pertama tidak boleh dimakan (Imamat 19:23). Buah asam mungkin merujuk pada anggur mentah yang memicu ngilu.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 31:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 31:29

✕  Sering dikira

Menganggap Tuhan membatalkan hukum keturunan yang ada di Taurat.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan tidak membatalkan tanggung jawab antargenerasi, tetapi menegaskan bahwa setiap orang harus bertanggung jawab di hadapan Allah.

✕  Sering dikira

Memakai ayat ini untuk menyalahkan korban atas penderitaan mereka.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini sebenarnya menghentikan budaya menyalahkan dan mengajak setiap orang bertanggung jawab.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 31:29

Kita mungkin mewarisi konsekuensi dari dosa generasi sebelumnya, tetapi Tuhan ingin membebaskan kita dari siklus itu. Jangan menyalahkan masa lalu, tetapi ambil tanggung jawab atas hidup kita dan biarkan Tuhan mengubah sejarah keluarga kita.

Tuhan, bebaskanlah aku dari belenggu dosa warisan dan beri aku kekuatan untuk memilih jalan yang benar. Amin.