Efraim bertobat setelah dihajar

Yeremia 31:19

Pemulihan Israel dan Perjanjian Baru

PerikopPerjanjian Baru · Yeremia 31:1-30 →
“Sebab, setelah aku berbalik, aku bertobat, dan setelah aku diajar, aku memukul pahaku, aku malu, bahkan terhina karena aku memikul hinaan masa mudaku.’””

Yeremia 31:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 31:19?

Efraim, yang mewakili Israel utara, mengakui bahwa Tuhan telah menghajar dia seperti anak sapi yang belum terlatih. Ia meminta Tuhan untuk memalingkannya sehingga ia benar-benar berbalik, karena ia menyadari bahwa Tuhanlah Allahnya. Setelah dihajar, ia bertobat dan merasa malu atas dosa-dosa masa mudanya.

Latar belakang

Ratapan dan pertobatan Efraim

Efraim (mewakili Israel Utara) mengakui bahwa ia telah dihajar oleh TUHAN seperti anak sapi yang tidak terlatih. Ia memohon agar dipulihkan, dan setelah berbalik, ia bertobat dan merasa malu atas dosa masa mudanya.

Di mana

Rama

Tempat pengasingan atau pembuangan di wilayah Benyamin (atau secara simbolis)

Kapan

~600 SM (masa Yeremia)

Kerajaan Terpecah dan Pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kehancuran Israel Utara (722 SM)
Pemulangan dari Babel (538 SM)
Kamu di sini
E

Yang berbicara

Efraim (personifikasi suku/kerajaan Utara)

Personifikasi Israel Utara yang meratap dalam pertobatan

T

Kepada

TUHAN (Allah Israel)

Allah yang setia pada perjanjian, penuh belas kasihan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שׁוּב

shuv · berbalik

berbalik; berubah arah; bertobat

נָחַם

nacham · bertobat

bersedih, menyesal; berubah pikiran

חֶרְפָּה

cherpah · hinaan

celaan, aib, aib yang menajiskan

Ketiga kata ini membentuk gambaran pertobatan sejati: berbalik arah, menyesal, dan menanggung aib.

Tahukah kamu

Menampar paha sebagai tanda penyesalan

Dalam budaya Timur Tengah kuno, menampar paha adalah ekspresi penyesalan dan duka yang mendalam, menunjukkan perubahan hati yang sungguh-sungguh.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 31:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 31:19

✕  Sering dikira

Efraim hanya menyesal karena terkena hukuman, bukan karena dosanya.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini menunjukkan pertobatan sejati: ia mengakui kesalahan dan berbalik kepada Allah.

✕  Sering dikira

Rasa malu Efraim adalah karena dihina manusia.

✓  Yang sebenarnya

Rasa malu itu karena ia menyadari dosanya di hadapan Allah.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 31:19

Pertobatan sejati sering dimulai dengan pengakuan bahwa hajaran Tuhan adalah wujud kasih-Nya. Seperti Efraim, kita perlu meminta Tuhan untuk mengubah hati kita, bukan hanya mencoba memperbaiki diri sendiri. Rasa malu atas dosa bisa menjadi langkah awal untuk kembali kepada Tuhan.

Tuhan, ubahlah hatiku, tariklah aku kembali kepada-Mu, dan ampuni aku atas dosa-dosaku yang telah lalu. Amin.