Setelah Pembuangan Yekhonya
Yeremia 29:2
Konteks: Raja Yekhonya Dibuang
“Hal ini terjadi setelah Raja Yekhonya dan ratu, para pegawai istana, dan para pejabat Yehuda dan Yerusalem, para pengrajin, dan para tukang besi telah berangkat dari Yerusalem.”Yeremia 29:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Itu terjadi sesudah raja Yekhonya beserta ibu suri, pegawai-pegawai Yeremia 29.3–7 142 istana, pemuka-pemuka Yehuda dan Yerusalem, tukang dan pandai besi telah keluar dari Yerusalem.”Yeremia 29:2 · TB
Terjemahan Baru
“Surat itu kutulis setelah Raja Yoyakhin, ibunya, pegawai-pegawai istana, pejabat-pejabat pemerintahan Yehuda dan Yerusalem, para pengrajin, dan para pekerja ahli diangkut ke pembuangan.”Yeremia 29:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(After that Jeconiah the king, and the queen, and the eunuchs, the princes of Judah and Jerusalem, and the carpenters, and the smiths, were departed from Jerusalem;)”Yeremia 29:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 29:2?
Ayat ini menjelaskan waktu surat itu ditulis, yaitu setelah raja Yekhonya dan para pejabat, pengrajin, dan tukang besi dibawa ke pembuangan. Ini menunjukkan bahwa pembuangan telah terjadi dan sebagian orang dibawa lebih awal.
Latar belakang
Mengenang Pembuangan Pertama
Ayat ini menjelaskan bahwa surat itu ditulis setelah Yekhonya (juga disebut Yoyakhin) dan banyak orang Yehuda diasingkan ke Babel oleh Nebukadnezar. Ini termasuk para pejabat, pengrajin, dan pandai besi—mereka yang penting bagi kerajaan Yehuda.
Di mana
Yerusalem
Kota Yerusalem, sebelum surat dikirim
Kapan
~594 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Nabi Yeremia
Nabi yang melayani di Yerusalem, sering menentang arus, ~50 tahun.
Kepada
Para tua-tua, imam, nabi, dan orang buangan di Babel
Orang-orang Yehuda yang dibuang ke Babel, kehilangan rumah dan harapan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יְכָנְיָה
Yekhonya · Yekhonya
Artinya 'YHWH menegakkan'; raja Yehuda yang memerintah singkat lalu dibuang.
חָרָשׁ
charash · pengrajin
Pekerja logam atau pandai besi, terampil dalam logam.
מַסְגֵּר
masger · besi
Tukang besi atau pekerja logam; juga bisa berarti penjara atau pasungan.
Nama 'Yekhonya' mengingatkan bahwa Allah adalah penegak, tetapi pembuangan terjadi karena ketidaksetiaan. Kata 'charash' dan 'masger' menunjukkan bahwa bangsa itu kehilangan para ahli teknologi, yang memperlemah Yehuda secara ekonomi dan militer.
Tahukah kamu
Pembuangan yang berbeda
Ada beberapa gelombang pembuangan ke Babel; yang pertama pada 605 SM, lalu 597 SM (ketika Yekhonya ditawan), dan akhirnya 586 SM saat Yerusalem dihancurkan. Ayat ini merujuk pada pembuangan 597 SM.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 29:2
2 Raja-raja 24:15
Kisah pembuangan
“Ia membuang Yoyakhin ke Babel, begitu juga ibu suri, istri-istri raja, pegawai-pegawai istana, dan pemuka-pemuka negeri; semuanya dibawanya ke pembuangan dari Yerusalem ke Babel.”
Yeremia 22:24
Nubuat tentang Yekhonya
“'Demi Aku yang hidup,' demikianlah firman TUHAN, 'bahkan jika Konya bin Yoyakim, raja Yehuda, menjadi cincin meterai di tangan kanan-Ku, tetap akan Kucabut engkau'”
Yeremia 24:1
Referensi serupa
“TUHAN memperlihatkan kepadaku dua keranjang buah ara, yang ditempatkan di depan bait TUHAN sesudah Nebukadnezar, raja Babel, membawa Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, ke pembuangan beserta para pemimpin Yehuda, tukang-tukang dan pandai-pandai besi dari Yerusalem dan membawa mereka ke Babel.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 29:2
✕ Sering dikira
Ayat ini tentang kejatuhan Yerusalem tahun 586 SM.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini merujuk pada pembuangan tahun 597 SM, ketika Yekhonya ditawan, bukan saat kota dihancurkan.
✕ Sering dikira
Yekhonya adalah raja yang baik dan adil.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab mencatat Yekhonya melakukan yang jahat di mata Tuhan (2 Raja-raja 24:9), dan pembuangannya adalah akibat dosa bangsa.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 29:2
Peristiwa besar dalam sejarah dapat menjadi latar untuk karya Tuhan yang sedang berlangsung. Kita pun dapat mengalami masa sulit, tetapi Tuhan tetap bekerja dalam hidup kita.
Tuhan, aku percaya bahwa Engkau tahu setiap masa sulitku dan tetap memegang rencana-Mu. Amin.