Dua keranjang ara di depan Bait Suci
Yeremia 24:1
Penglihatan Dua Keranjang Ara
“TUHAN menunjukkan kepadaku, dan lihatlah, dua keranjang buah ara diletakkan di depan Bait Allah. Ini terjadi setelah Nebukadnezar, raja Babel, membawa Yekhonya, anak Yoyakim, raja Yehuda, sebagai tawanan bersama para pejabat Yehuda, para pengrajin, dan para tukang besi dari Yerusalem, dan membawa mereka ke Babel. Lihatlah, dua keranjang ara diletakkan di depan bait TUHAN.”Yeremia 24:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lihatlah, TUHAN memperlihatkan kepadaku dua keranjang buah ara berdiri di hadapan bait TUHAN. Hal itu terjadi sesudah Nebukadnezar, raja Babel, mengangkut ke dalam pembuangan Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta para pemuka Yehuda, tukang dan pandai besi dari Yerusalem dan membawa mereka ke Babel.”Yeremia 24:1 · TB
Terjemahan Baru
“Suatu waktu setelah Yoyakhin putra Yoyakim raja Yehuda bersama para pejabat pemerintah Yehuda, para pengrajin dan para pekerja ahli diangkut oleh Nebukadnezar raja Babel, dan dibawa sebagai tawanan dari Yerusalem ke Babel, TUHAN memberi suatu penglihatan kepadaku. Aku melihat dua keranjang berisi buah ara terletak di depan Rumah TUHAN.”Yeremia 24:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“The LORD shewed me, and, behold, two baskets of figs were set before the temple of the LORD, after that Nebuchadrezzar king of Babylon had carried away captive Jeconiah the son of Jehoiakim king of Judah, and the princes of Judah, with the carpenters and smiths, from Jerusalem, and had brought them to Babylon.”Yeremia 24:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 24:1?
Yeremia melihat dua keranjang buah ara di depan Bait Allah, setelah Nebukadnezar membuang raja Yekhonya dan para pemimpin Yehuda ke Babel. Keranjang-keranjang ini menjadi simbol bagi umat Israel yang dibuang dan yang tetap tinggal.
Latar belakang
Penglihatan yang mengejutkan
Yeremia menerima penglihatan dari Tuhan yang memperlihatkan dua keranjang ara diletakkan di depan Bait Allah. Peristiwa ini terjadi setelah raja Babel, Nebukadnezar, membawa raja Yekhonya serta para pejabat dan pengrajin Yehuda ke pembuangan di Babel.
Di mana
Yerusalem
Di area Bait Suci · siang hari
Kapan
~597 SM
Periode kerajaan Yehuda (akhir)
Yang berbicara
Yeremia
Nabi yang setia di masa sulit, ~60 tahun
Kepada
Pembaca / jemaat
Orang-orang yang bergumul dengan makna pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דּוּד
dud · keranjang
keranjang atau bakul besar untuk buah
תְּאֵנָה
te'enah · arah
buah ara
רָאָה
ra'ah · ditunjukkan
melihat dengan pengertian
Kata 'dud' (keranjang) menunjukkan wadah yang berisi, bukan acak. 'Te'enah' adalah buah yang umum, tapi di sini menjadi simbol pilihan. 'Ra'ah' menekankan bahwa Yeremia bukan sekadar melihat, tapi mengerti artinya.
Tahukah kamu
Buah ara adalah simbol penting
Dalam Alkitab, buah ara sering melambangkan berkat atau kutukan. Keranjang yang baik mungkin merujuk pada ara awal yang matang, yang dianggap paling lezat di Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 24:1
Yeremia 29:4-7
Konteks pembuangan
“Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang telah Ia buang dari Yerusalem ke Babel: ...”
Amos 8:1-2
Penglihatan serupa
“Beginilah firman TUHAN Allah: 'Apa yang kaulihat, Amos?' Jawabku: 'Sebuah bakul berisi buah-buahan musim panas.'”
Yesaya 5:2
Simbol tanaman
“Ia menggali dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 24:1
✕ Sering dikira
Anggapan bahwa keranjang ara adalah tanda bahwa Tuhan sedang marah kepada semua orang Yehuda secara umum.
✓ Yang sebenarnya
Keranjang ara menunjukkan dua kelompok yang berbeda: yang dibuang dan yang tetap tinggal, masing-masing akan diperlakukan sesuai dengan keadaan mereka.
✕ Sering dikira
Pemahaman bahwa Yeremia berada di Babel saat penglihatan ini.
✓ Yang sebenarnya
Yeremia tetap tinggal di Yerusalem; penglihatan ini diberikan sebagai pesan bagi orang yang tersisa.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 24:1
Situasi sulit seperti pembuangan bisa menjadi alat Tuhan untuk membentuk kita. Jangan cepat menghakimi orang yang berada dalam kesulitan, karena Tuhan mungkin punya rencana di balik semua itu.
Tuhan, bukalah mataku untuk melihat makna di balik setiap peristiwa, dan berikan aku hikmat untuk memahami rencana-Mu dalam hidupku. Amin.