Negeri menjadi kengerian

Yeremia 18:16

Tukang Periuk dan Tanah Liat

PerikopTukang Periuk dan Tanah Liat · Yeremia 18:1-17 →
“sehingga membuat negeri mereka menjadi kengerian dan helaan napas selamanya. Setiap orang yang melewatinya, akan merasa ngeri dan menggeleng-gelengkan kepalanya.”

Yeremia 18:16 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 18:16?

Akibat dari perselingkuhan rohani ini adalah kehancuran total. Negeri mereka menjadi kengerian dan ejekan, sehingga setiap orang yang lewat akan ngeri dan menggeleng-gelengkan kepala, seolah-olah tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Latar belakang

Dampak dosa yang mengerikan

Tuhan menggambarkan akibat dari umat yang melupakan-Nya: negeri mereka menjadi objek kengerian dan ejekan. Setiap orang yang lewat akan merasa ngeri dan menggeleng-gelengkan kepala, tanda kehancuran total.

Di mana

Yerusalem

Alegori ilahi tentang Yehuda

Kapan

~600 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Raja Yosia wafat
Babel menghancurkan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan (TUHAN)

Allah Israel, sumber firman

B

Kepada

Bangsa-bangsa

Pendengar universal sebagai saksi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁכַח

shakach · melupakan

Melupakan, mengabaikan, tidak memedulikan

שַׁמָּה

shammah · kengerian

Kehancuran, kekagetan, objek yang mengerikan

נָדַד

nadad · menggeleng-gelengkan

Menggeleng, terbang, mengejek dengan gerakan kepala

Melupakan Tuhan membawa dampak nyata: menjadi bahan tertawaan dan kehancuran yang terlihat oleh semua orang. Ini bukan sekadar hukuman abstrak, tapi realitas sosial yang memalukan.

Tahukah kamu

Geleng kepala sebagai ejekan

Dalam budaya Timur Tengah kuno, menggeleng-gelengkan kepala adalah ekspresi ejekan atau rasa iba terhadap seseorang yang mengalami kehancuran (lih. Mazmur 44:14).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 18:16

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 18:16

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti Tuhan sengaja menakuti tanpa alasan.

✓  Yang sebenarnya

Justru akibat wajar dari umat yang melupakan dan memberontak terhadap Tuhan.

✕  Sering dikira

Geleng kepala hanya menunjukkan ejekan biasa.

✓  Yang sebenarnya

Ini ekspresi keputusasaan dan celaan atas kehancuran total, seperti bagaimana orang meratapi kota yang hancur.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 18:16

Keputusan untuk meninggalkan Tuhan tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada lingkungan sekitar. Marilah kita menjaga integritas iman kita agar menjadi berkat, bukan menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Tuhan, jagalah hidupku agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Amin.