Ratapan Yeremia

Yeremia 15:10

Penderitaan dan Janji Pemulihan

PerikopPergumulan Nabi Yeremia · Yeremia 15:10-21 →
“Celakalah aku, oh ibuku, bahwa engkau telah melahirkan aku, seorang pemicu perselisihan dan seorang pemicu perdebatan di seluruh negeri. Aku tidak mengutangi atau berutang, tetapi semua orang mengutuk aku.”

Yeremia 15:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 15:10?

Yeremia mengeluh karena hidupnya penuh konflik. Ia merasa seperti orang yang menyebabkan pertengkaran di mana-mana, meskipun ia tidak berbuat salah. Semua orang mengutuknya. Ini menunjukkan penderitaan pelayan Tuhan yang setia.

Latar belakang

Keluhan Nabi

Yeremia merasa kewalahan karena panggilannya untuk menyampaikan pesan yang tidak populer, menyebabkan ia dijauhi dan dikutuk orang. Ia meratap kepada ibunya karena dilahirkan untuk menjadi sumber konflik, meskipun ia tidak berbuat salah.

Di mana

Yerusalem

Tempat yang tidak jelas, mungkin di dekat Bait Allah

Kapan

~600 SM

Periode kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Panggilan Yeremia
Kejatuhan Yerusalem
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi yang setia, sering ditolak, hidup ~600 SM

T

Kepada

Tuhan

Allah Israel, yang berfirman dan bertindak

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אוֹי

oy · Celakalah

seruan kesusahan atau penderitaan

אִישׁ רִיב

ish riv · memicu

orang yang menyebabkan pertengkaran

קָלַל

qalal · mengutuk

menganggap enteng atau mengutuk

Kata 'oy' mengungkapkan kepedihan mendalam, 'ish riv' menunjukkan identitasnya yang selalu terlibat konflik, dan 'qalal' menggambarkan penolakan yang ia terima. Ini menekankan kesepian dan beban psikologis yang berat.

Tahukah kamu

Ratapan yang Jujur

Ayat ini menunjukkan bahwa nabi pun bisa merasa putus asa; Yeremia bahkan mengutuk hari kelahirannya, mirip dengan Ayub (Ayb 3:1).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 15:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 15:10

✕  Sering dikira

Yeremia berdosa karena mengutuk kelahirannya sendiri, padahal tidak demikian.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah ungkapan kejujuran dan keputusasaan yang wajar, bukan dosa; Tuhan tidak menghukumnya, malah menanggapinya.

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya untuk Yeremia, bukan untuk kita.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini mengajarkan bahwa kita dapat membawa keluhan dan kepedihan kita kepada Tuhan, karena Dia peduli.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 15:10

Kadang kita merasa sendiri saat melakukan kebenaran. Yeremia mengerti perasaan itu. Namun, Tuhan tidak meninggalkannya. Saat kita merasa dikucilkan karena iman, ingatlah bahwa Yesus juga mengalami hal yang sama. Bersandarlah pada Tuhan, bukan pada pujian manusia.

Tuhan, saat aku merasa sendirian dan dikutuk, ingatkan aku bahwa Engkau selalu bersamaku. Amin.