Ayub mengutuk hari kelahirannya
Ayub 3:1
Ayub Mengutuk Hari Kelahirannya
PerikopAyub Mengutuk Hari Kelahirannya · Ayub 3:1-26 →“Setelah itu, Ayub membuka mulutnya, dan mengutuk hari lahirnya.”Ayub 3:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya.”Ayub 3:1 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Ayub mulai berbicara dan mengutuki hari kelahirannya, katanya,”Ayub 3:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“After this opened Job his mouth, and cursed his day.”Ayub 3:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 3:1?
Ayub mengutuk hari kelahirannya sebagai respons atas penderitaannya yang tak tertahankan. Ini menunjukkan bahwa bahkan orang saleh bisa merasa putus asa dan berani mengungkapkan kepedihannya kepada Allah. Ayat ini mengajarkan bahwa kita bisa jujur tentang perasaan kita di hadapan Tuhan.
Latar belakang
Ayub mulai berbicara
Ayub berada dalam penderitaan yang luar biasa setelah kehilangan anak-anak, harta benda, dan kesehatannya. Tiga temannya datang untuk menghibur dia, dan setelah tujuh hari diam, Ayub akhirnya membuka mulutnya.
Di mana
Tanah Uz
Di atas timbunan abu di luar kota
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Penulis Kitab Ayub
Penulis yang tidak dikenal, mungkin dari zaman Musa atau Salomo.
Kepada
Pembaca Kitab Ayub
Orang Israel yang membaca puisi ini.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָלַל
qalal · mengutuk
Menganggap ringan, mengutuk, atau mendoakan celaka.
יוֹם
yom · hari
Hari, periode waktu dari terbit sampai terbenam matahari.
לֵדָה
ledah · lahirnya
Kelahiran, peristiwa dilahirkan.
Ayub tidak mengutuk Tuhan atau dirinya sendiri, tetapi mengutuk hari kelahirannya, menandakan keputusasaan yang mendalam.
Tahukah kamu
Ketidakpastian lokasi
Tanah Uz tidak diketahui pasti lokasinya; beberapa memperkirakan di wilayah Edom atau Arab utara, tetapi tidak ada bukti arkeologis.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 3:1
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 3:1
✕ Sering dikira
Ayub mengutuk Allah atau orang tuanya.
✓ Yang sebenarnya
Ia mengutuk hari kelahirannya sendiri, bukan Allah atau orang lain.
✕ Sering dikira
Ayub berdosa dengan mengutuk.
✓ Yang sebenarnya
Ayub jujur dalam kepedihannya; konteks menunjukkan ia tetap setia meski bergumul.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 3:1
Pernahkah kamu merasa sangat terpuruk sampai menyesali hidupmu? Ayub mengajarkan kita bahwa keputusasaan adalah bagian dari pengalaman manusia, dan kita bisa membawanya kepada Tuhan. Jangan menekan perasaanmu; berdoalah dengan jujur, karena Tuhan sanggup menampung keluhanmu.
Tuhan, ketika aku merasa putus asa, tolong aku untuk tetap jujur kepada-Mu dan tidak berpaling dari-Mu. Amin.