Ayat 9: Ibu Tujuh Anak Merana

Yeremia 15:9

Kehancuran Total

PerikopKedahsyatan karena Perang · Yeremia 15:5-9 →
“Perempuan yang telah melahirkan tujuh anak merana, dia sudah meregang nyawa. Mataharinya terbenam ketika hari masih siang. Ia telah dipermalukan dan dicela. Mereka yang masih tersisa akan Aku serahkan kepada pedang di hadapan musuh-musuh mereka,” firman TUHAN.”

Yeremia 15:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 15:9?

Perempuan yang memiliki tujuh anak (lambang keluarga besar) akan menjadi lemah dan putus asa. Hidupnya kehilangan pengharapan, ia malu dan tercela. Sisa-sisa rakyat akan diserahkan kepada pedang musuh. Ini menunjukkan kehancuran total yang akan menimpa Yehuda.

Latar belakang

Matahari Terbenam di Siang Hari

Seorang ibu yang telah melahirkan tujuh anak menjadi lemah dan hampir mati; mataharinya terbenam saat masih siang, melambangkan kehancuran yang terlalu dini. Orang yang tersisa akan diserahkan kepada pedang musuh.

Di mana

Yerusalem

Metafora tentang Yehuda

Kapan

~600 SM

Penghukuman Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembaharuan Yosia
Pembuangan Babel
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Allah Israel, menyatakan murka-Nya

Y

Kepada

Yeremia

Nabi yang mengerti kesedihan ilahi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָמַל

amal · merana

menjadi lemah, layu, atau kehilangan kekuatan

בּוֹא

bo · terbenam

masuk, terbenam (tentang matahari)

נָתַן

natan · diserahkan

memberikan, menyerahkan ke dalam tangan

Kata kerja yang menggambarkan: kelemahan fisik, masuknya kegelapan, dan penyerahan kepada musuh. Ini menunjukkan hukuman yang tidak menyisakan harapan bagi yang keras kepala.

Tahukah kamu

Tujuh Anak, Sempurna dan Hancur

Tujuh sering melambangkan kelengkapan dan kesempurnaan dalam Alkitab. Di sini, keluarga yang sempurna kehilangan semuanya, menunjukkan kehancuran yang total.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 15:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 15:9

✕  Sering dikira

Tuhan membenci ibu dan anak-anak secara pribadi.

✓  Yang sebenarnya

Yerusalem dipersonifikasikan sebagai ibu; ini metafora tentang penghakiman atas bangsa, bukan individu.

✕  Sering dikira

Hukuman ini tidak adil karena orang benar ikut menderita.

✓  Yang sebenarnya

Penghakiman kolektif termasuk orang benar, tetapi Tuhan sering memelihara umat-Nya yang setia sebagai sisa.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 15:9

Ayat ini mengingatkan bahwa tanpa Tuhan, bahkan yang paling kita banggakan bisa hilang. Jangan letakkan identitas dan keamanan kita pada anak, keluarga, atau hal lain selain Tuhan. Hanya di dalam Dia kita punya harapan sejati.

Ya Tuhan, ajari aku untuk bergantung hanya pada-Mu, bukan pada hal-hal duniawi. Amin.