Domba jinak menuju pembantaian
Yeremia 11:19
Konspirasi melawan nabi
“Namun, aku seperti domba jinak yang dibawa ke tempat penyembelihan. Aku tidak tahu bahwa mereka telah menyusun rencana melawan aku, dengan berkata, “Mari kita hancurkan pohon itu beserta buahnya, mari kita melenyapkannya dari negeri orang yang hidup sehingga namanya tidak diingat lagi.””Yeremia 11:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: "Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!"”Yeremia 11:19 · TB
Terjemahan Baru
“Aku seperti domba yang tanpa curiga dibawa ke tempat pembantaian. Aku tidak tahu bahwa akulah yang menjadi sasaran rencana-rencana jahat mereka. Mereka berkata, "Mari kita tebang pohon ini sementara ia masih dapat menghasilkan buah; kita musnahkan dia supaya namanya dilupakan orang."”Yeremia 11:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“But I was like a lamb or an ox that is brought to the slaughter; and I knew not that they had devised devices against me, saying, Let us destroy the tree with the fruit thereof, and let us cut him off from the land of the living, that his name may be no more remembered.”Yeremia 11:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 11:19?
Yeremia menggambarkan dirinya seperti domba jinak yang dibawa ke pembantaian, tanpa menyadari bahwa orang-orang telah merencanakan kejahatan terhadapnya. Ini menunjukkan betapa rentannya nabi dan bagaimana musuh-musuhnya ingin menghancurkannya serta melenyapkan namanya.
Latar belakang
Yeremia sadar akan konspirasi
Yeremia baru saja menerima wahyu dari Tuhan yang memperlihatkan rencana jahat orang-orang Anatot (kampung halamannya sendiri) untuk membunuhnya. Ia merasa seperti domba jinak yang dibawa ke tempat penyembelihan, tidak menyadari bahaya sampai Tuhan membuka matanya. Ini adalah momen kerentanan dan kekecewaan yang mendalam, karena pengkhianatan datang dari orang-orang terdekatnya.
Di mana
Anatot
Kota kecil di wilayah Benyamin, dekat Yerusalem
Kapan
~609 SM
Zaman Kerajaan Yehuda (akhir)
Yang berbicara
Yeremia
Nabi yang setia, berusia sekitar 30-40 tahun
Kepada
Pembaca/umat
Orang-orang yang membaca atau mendengar kitab ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כֶּבֶשׂ
keves · domba
Anak domba jinak yang biasanya dipelihara, melambangkan ketidakberdayaan dan ketulusan.
יוּבַל
yuval · dibawa
Dibawa atau dituntun, sering kali tanpa perlawanan, menunjukkan ketundukan pada nasib.
טֶבַח
tevach · penyembelihan
Pembantaian atau penyembelihan hewan, menandakan kematian yang akan segera terjadi.
Ketiga kata ini menekankan ketidakberdayaan Yeremia yang pasrah, seperti hewan yang tidak tahu akan mati. Ini menggambarkan ketaatan nabi yang tetap berjalan dalam panggilannya meskipun dalam bahaya maut.
Tahukah kamu
Domba jinak, bukan domba liar
Domba jinak dalam bahasa Ibrani adalah 'kebes', yang biasanya adalah hewan peliharaan yang tenang dan tidak mencurigai bahaya. Ini menggambarkan betapa tidak siapnya Yeremia menghadapi pengkhianatan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 11:19
Yesaya 53:7
kesamaan gambaran
“Dia ditindas dan menderita, tetapi tidak membuka mulutnya; seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian”
Mazmur 44:22
nasib orang benar
“Oleh karena Engkau kami dibunuh sepanjang hari; kami dianggap sebagai domba sembelihan”
Yeremia 12:6
pengkhianatan keluarga
“Bahkan saudara-saudaramu dan kaum keluargamu sendiri berkhianat terhadapmu; mereka sendiri berteriak dengan nyaring di belakangmu”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 11:19
✕ Sering dikira
Yeremia digambarkan sebagai domba yang pasrah tanpa usaha menyelamatkan diri, menunjukkan kepengecutan.
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya, ia tetap setia pada panggilan Tuhan meskipun tahu ada bahaya, menunjukkan keberanian yang luar biasa.
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang Yeremia secara pribadi, tidak relevan bagi pembaca modern.
✓ Yang sebenarnya
Ini juga menggambarkan penderitaan orang benar dan menjadi pola bagi Yesus, yang juga seperti domba yang dibawa ke pembantaian.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 11:19
Kita juga bisa menjadi sasaran rencana jahat orang lain, bahkan ketika kita berjalan dengan integritas. Belajarlah untuk tetap waspada dan percaya bahwa Tuhan melihat rencana-rencana tersebut, seperti yang dialami Yeremia.
Tuhan, bukalah mataku terhadap rencana tersembunyi orang-orang di sekitarku, dan berikan aku kebijaksanaan untuk menghadapi mereka. Amin.