Yehezkiel 47:22
“Kamu akan membaginya dengan undi sebagai warisan bagi dirimu sendiri dan bagi penduduk sementara yang tinggal di tengah-tengahmu, yang menjadi ayah bagi anak-anak di antaramu. Dan, bagimu mereka akan menjadi seperti penduduk pribumi di negeri di antara keturunan Israel; mereka akan mendapatkan warisan bersama denganmu di antara suku-suku Israel.”Yehezkiel 47:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan kamu harus membagi-baginya menjadi milik pusaka di antara kamu dan di antara orang-orang asing yang tinggal di antara kamu, yang melahirkan anak di tengah-tengahmu dan mereka harus kamu anggap sama seperti orang Israel asli; bersama-sama kamu mereka harus mendapat bagian milik pusaka di tengah-tengah suku-suku Israel.”Yehezkiel 47:22 · TB
Terjemahan Baru
“dan tanah itu adalah milikmu untuk selama-lamanya. Orang-orang asing yang menetap di tengah-tengahmu, dan mempunyai anak-anak yang lahir di situ, harus juga mendapat bagian dari tanah itu. Mereka harus dianggap sebagai warga penuh dari bangsa Israel, dan mereka harus turut diundi untuk mendapat tanah pada waktu diadakan pembagian tanah di antara suku-suku Israel.”Yehezkiel 47:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And it shall come to pass, that ye shall divide it by lot for an inheritance unto you, and to the strangers that sojourn among you, which shall beget children among you: and they shall be unto you as born in the country among the children of Israel; they shall have inheritance with you among the tribes of Israel.”Yehezkiel 47:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 47:22?
Ayat ini memperluas pembagian warisan kepada penduduk asing yang tinggal di antara orang Israel. Mereka diperlakukan sama seperti penduduk asli. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan dan menginginkan inklusivitas dalam komunitas umat-Nya, bagi siapa saja yang bergabung.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 47:22
Kita dipanggil untuk menerima orang asing, orang yang berbeda dari kita, ke dalam komunitas kita dengan kasih dan keadilan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa mendoakan dan berbuat baik kepada mereka yang berada di sekitar kita, tanpa memandang status. Inilah gambaran hati Tuhan yang inklusif.
Tuhan, buka hatiku untuk menerima orang asing di sekitarku dan perlakukan mereka dengan adil sebagai saudara. Amin.