Pembagian warisan bagi pendatang
Yehezkiel 47:22
Sungai kehidupan dan batas tanah
PerikopPembagian Batas Tanah Israel · Yehezkiel 47:13-23 →“Kamu akan membaginya dengan undi sebagai warisan bagi dirimu sendiri dan bagi penduduk sementara yang tinggal di tengah-tengahmu, yang menjadi ayah bagi anak-anak di antaramu. Dan, bagimu mereka akan menjadi seperti penduduk pribumi di negeri di antara keturunan Israel; mereka akan mendapatkan warisan bersama denganmu di antara suku-suku Israel.”Yehezkiel 47:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan kamu harus membagi-baginya menjadi milik pusaka di antara kamu dan di antara orang-orang asing yang tinggal di antara kamu, yang melahirkan anak di tengah-tengahmu dan mereka harus kamu anggap sama seperti orang Israel asli; bersama-sama kamu mereka harus mendapat bagian milik pusaka di tengah-tengah suku-suku Israel.”Yehezkiel 47:22 · TB
Terjemahan Baru
“dan tanah itu adalah milikmu untuk selama-lamanya. Orang-orang asing yang menetap di tengah-tengahmu, dan mempunyai anak-anak yang lahir di situ, harus juga mendapat bagian dari tanah itu. Mereka harus dianggap sebagai warga penuh dari bangsa Israel, dan mereka harus turut diundi untuk mendapat tanah pada waktu diadakan pembagian tanah di antara suku-suku Israel.”Yehezkiel 47:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And it shall come to pass, that ye shall divide it by lot for an inheritance unto you, and to the strangers that sojourn among you, which shall beget children among you: and they shall be unto you as born in the country among the children of Israel; they shall have inheritance with you among the tribes of Israel.”Yehezkiel 47:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 47:22?
Ayat ini memperluas pembagian warisan kepada penduduk asing yang tinggal di antara orang Israel. Mereka diperlakukan sama seperti penduduk asli. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan dan menginginkan inklusivitas dalam komunitas umat-Nya, bagi siapa saja yang bergabung.
Latar belakang
Penduduk asing mendapat bagian
Tuhan mengatur pembagian tanah Israel bagi kedua belas suku, dan secara khusus menjamin bahwa penduduk asing yang tinggal di antara mereka juga mendapat milik pusaka. Ini menunjukkan bahwa mereka dianggap setara dengan warga asli dalam hal warisan.
Di mana
Babel (penglihatan)
Dalam penglihatan kenabian, Yehezkiel mendengar firman tentang pembagian tanah
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Tuhan ALLAH
Allah Israel, berfirman melalui Yehezkiel di penglihatan
Kepada
Yehezkiel
Imam dan nabi di pembuangan Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גֵּר
ger · penduduk sementara
Orang asing yang tinggal menetap di antara bangsa lain.
נַחֲלָה
nachalah · warisan
Bagian tanah atau milik yang diwariskan turun-temurun.
שֵׁבֶט
shevet · suku
Batang atau tongkat, lalu berarti suku atau kelompok keluarga besar.
Tiga kata ini bersama-sama menunjukkan bahwa status menetap dan hak waris tidak hanya berdasarkan darah, tetapi juga tempat tinggal; Allah menjamin keadilan bagi semua yang berkomitmen pada komunitas-Nya.
Tahukah kamu
Hak waris bagi orang asing
Dalam penglihatan ini, orang asing yang sudah menetap dan melahirkan anak di tanah Israel diberi hak waris penuh, sesuatu yang jarang terjadi dalam hukum-hukum kuno.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 47:22
Imamat 19:34
Perlakuan setara
“Orang asing yang tinggal di antaramu harus kamu perlakukan seperti orang pribumi di antaramu.”
Roma 8:17
Warisan rohani
“Jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris.”
Ulangan 10:19
Kasihi orang asing
“Kasihilah orang asing, sebab kamu pun pernah menjadi orang asing di Mesir.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 47:22
✕ Sering dikira
Orang asing hanya mendapat tempat tinggal, bukan tanah.
✓ Yang sebenarnya
Teks ini jelas memberi mereka warisan di tengah suku-suku Israel.
✕ Sering dikira
Pembagian ini berlaku untuk semua orang asing tanpa syarat.
✓ Yang sebenarnya
Hanya bagi yang telah tinggal dan memiliki anak di antara Israel, artinya berkomitmen.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 47:22
Kita dipanggil untuk menerima orang asing, orang yang berbeda dari kita, ke dalam komunitas kita dengan kasih dan keadilan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa mendoakan dan berbuat baik kepada mereka yang berada di sekitar kita, tanpa memandang status. Inilah gambaran hati Tuhan yang inklusif.
Tuhan, buka hatiku untuk menerima orang asing di sekitarku dan perlakukan mereka dengan adil sebagai saudara. Amin.