Hukuman tiga arah
Yehezkiel 33:27
Peringatan dan Janji Pertobatan
PerikopYerusalem telah Ditaklukkan · Yehezkiel 33:21-33 →““Katakan ini kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH, ‘Demi Aku yang hidup, sesungguhnya mereka yang tinggal di reruntuhan-reruntuhan itu akan rebah oleh pedang, dan orang yang ada di ladang terbuka akan Aku serahkan kepada binatang-binatang untuk dilahap, dan orang-orang yang ada di benteng-benteng dan di gua-gua akan mati karena penyakit sampar.”Yehezkiel 33:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Katakanlah begini kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Demi Aku yang hidup, orang-orang yang tinggal pada reruntuhan-reruntuhan akan mati rebah oleh pedang, dan orang-orang yang di padang akan Kuberikan kepada binatang liar menjadi makanannya dan orang-orang yang di dalam kubu dan gua akan mati kena sampar.”Yehezkiel 33:27 · TB
Terjemahan Baru
“Demi Aku, Allah yang hidup, TUHAN Yang Mahatinggi, orang-orang yang tinggal di puing-puing kota itu akan mati terbunuh. Mereka yang tinggal di padang-padang akan dimakan binatang buas. Mereka yang bersembunyi di gunung-gunung dan gua-gua akan mati karena wabah penyakit.”Yehezkiel 33:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Say thou thus unto them, Thus saith the Lord GOD; As I live, surely they that are in the wastes shall fall by the sword, and him that is in the open field will I give to the beasts to be devoured, and they that be in the forts and in the caves shall die of the pestilence.”Yehezkiel 33:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 33:27?
Yehezkiel 33:27 menyatakan hukuman Tuhan yang akan menimpa mereka yang tetap tinggal di reruntuhan: mereka akan mati oleh pedang, binatang buas, dan sampar, sesuai dengan tempat mereka berada. Ini menunjukkan bahwa Tuhan serius dalam menghukum dosa.
Latar belakang
Hukuman tiga arah
TUHAN menyatakan hukuman yang berbeda-beda: mereka di reruntuhan akan mati oleh pedang, yang di ladang akan dimakan binatang buas, dan yang di benteng atau gua akan mati oleh sampar. Ini menunjukkan bahwa tidak ada tempat berlindung yang aman.
Di mana
Babilonia
Di pembuangan, Yehezkiel menyampaikan firman
Kapan
~587 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, yang berfirman melalui Yehezkiel.
Kepada
Orang-orang di reruntuhan Yehuda
Mereka yang tersisa di tanah Israel, merasa berhak atas negeri itu.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָפַל
naphal · rebah
Jatuh, tewas, atau roboh.
חַיָּה
chayyah · binatang-binatang
Binatang buas, melambangkan bahaya dan kematian.
דֶּבֶר
dever · sampar
Wabah, penyakit menular yang mematikan.
Ketiga kata ini menggambarkan akhir yang tragis: jatuh oleh pedang, dimakan binatang, atau mati oleh wabah. Semuanya adalah sarana penghakiman yang tak terhindarkan bagi mereka yang menolak bertobat.
Tahukah kamu
Tiga cara hukuman
Pedang, binatang buas, dan sampar adalah tiga cara umum hukuman ilahi dalam Perjanjian Lama, sering muncul bersama (misalnya, Yehezkiel 14:21). Ini menekankan kepastian dan kelengkapan penghakiman.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 33:27
Yehezkiel 14:21
Empat hukuman
“Betapa lebih lagi jika Aku melepaskan keempat hukumanku yang berat: pedang, kelaparan, binatang buas, dan sampar.”
Yeremia 15:3
Hukuman serupa
“Aku akan mendatangkan atas mereka empat macam hukuman: pedang untuk membunuh, anjing untuk menyeret, burung-burung dan binatang-binatang untuk memakan.”
Imamat 26:22
Binatang buas
“Aku akan melepaskan binatang buas ke atasmu, yang akan memunahkan anak-anakmu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 33:27
✕ Sering dikira
Menganggap hukuman ini terjadi hanya pada orang yang tinggal di reruntuhan, bukan juga pada mereka yang di ladang atau benteng.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menunjukkan hukuman berlaku untuk semua orang di Yehuda, di mana pun mereka berada.
✕ Sering dikira
Menyangka TUHAN kejam tanpa alasan, padahal hukuman ini adalah konsekuensi dari dosa yang terus berlanjut.
✓ Yang sebenarnya
Penghakiman ini adalah respons atas kekejian mereka yang disebutkan dalam ayat 25-26.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 33:27
Ketika kita terus hidup dalam dosa, konsekuensi pasti datang. Jangan menunda pertobatan, karena Tuhan memberi kesempatan tetapi juga menjalankan keadilan-Nya.
Tuhan, berikan aku hati yang takut akan Engkau dan segera berbalik dari dosa sebelum terlambat. Amin.