Pedang TUHAN di Depan Para Raja
Yehezkiel 32:10
Ratapan atas Firaun dan Mesir
“Aku akan membuat banyak orang tertegun atasmu, dan raja-raja mereka akan menjadi begitu ngeri karena kamu ketika Aku mengayun-ayunkan pedang-Ku di hadapan mereka; dan mereka akan gemetar setiap waktu, setiap orang untuk hidupnya sendiri, pada hari kejatuhanmu.””Yehezkiel 32:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku akan membuat banyak bangsa kaget melihat engkau, dan raja-rajanya Yehezkiel 32.11–15 158 akan menggigil melihatmu, kalau Aku menetak-netakkan pedang-Ku di hadapan mereka. Mereka akan gentar, terus-menerus, masing-masing demi hidupnya, pada hari kesudahanmu.”Yehezkiel 32:10 · TB
Terjemahan Baru
“Sungguh, Aku akan mengayunkan pedang-Ku dan mengalahkan engkau. Raja-raja dan bangsa-bangsa akan melihat tindakan-Ku itu terhadap engkau. Pada saat itu mereka akan gemetar ketakutan dan menggigil karena takut mati.'"”Yehezkiel 32:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yea, I will make many people amazed at thee, and their kings shall be horribly afraid for thee, when I shall brandish my sword before them; and they shall tremble at every moment, every man for his own life, in the day of thy fall.”Yehezkiel 32:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 32:10?
Banyak orang akan tertegun dan raja-raja akan gentar melihat kejatuhan Mesir. Ketika Allah mengayunkan pedang-Nya, mereka akan gemetar setiap saat, menyadari bahwa mereka juga bisa mengalami nasib yang sama. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah hakim yang adil bagi semua bangsa.
Latar belakang
Kengerian bagi Bangsa-Bangsa
TUHAN menyatakan bahwa ketika Firaun jatuh, banyak bangsa akan terkejut dan raja-raja mereka gemetar ketakutan. Mereka akan menyaksikan pedang TUHAN diayunkan, menyadari bahwa kekuatan besar seperti Mesir pun tidak luput dari penghakiman.
Di mana
Tel Aviv, Babilonia
Tepi Sungai Kebar, dekat pemukiman para buangan
Kapan
~585 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Yehezkiel
Imam dan nabi Yahudi, diasingkan ke Babel pada 597 SM
Kepada
Bangsa Israel di pembuangan
Orang-orang Yahudi yang hidup dalam pengasingan di Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁמֵם
shamem · tertegun
menjadi sunyi, terpana, tercengang karena kehancuran
שָׁעַר
sha'ar · ngeri
gemetar, ketakutan hebat, kengerian
חֶרֶב
cherev · pedang
alat perang, simbol penghakiman dan kekerasan
Ketiga kata ini menunjukkan dampak penghakiman yang dahsyat: bukan hanya kehancuran fisik, tetapi juga trauma psikologis yang membuat bangsa-bangsa gemetar, menyadari kekuasaan TUHAN yang tak terbantahkan.
Tahukah kamu
Pedang yang Diayunkan
Frasa 'mengayunkan pedang-Ku' sangat visual; bayangkan pedang yang berkilat di depan mata para raja, membuat mereka sadar akan kuasa TUHAN atas sejarah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 32:10
Yesaya 13:7
Reaksi terhadap penghakiman
“Sebab itu semua tangan menjadi lemah, dan setiap hati manusia tawar menjadi tawar”
Yehezkiel 30:9
Kengerian serupa
“PADA hari itu, para utusan akan pergi dari hadapan-Ku dengan kapal untuk menakuti Etiopia yang hidup dengan aman”
Wahyu 6:15-16
Raja-raja gemetar
“Dan raja-raja di bumi, dan para pembesar, dan para perwira, dan orang-orang kaya, dan orang-orang kuat, dan semua budak, dan semua orang merdeka, menyembunyikan diri mereka dalam gua-gua dan batu-batu karang di gunung-gunung, dan berkata kepada gunung-gunung dan batu-batu karang: Runtuhkanlah kamu ke atas kami dan sembunyikanlah kami terhadap wajah Dia yang duduk di atas takhta itu dan terhadap murka Anak Domba.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 32:10
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini hanya untuk Firaun, bukan untuk kita.
✓ Yang sebenarnya
Meskipun ditujukan kepada Mesir, prinsipnya: TUHAN menghakimi semua bangsa, termasuk yang kuat.
✕ Sering dikira
Mengira 'pedang TUHAN' adalah pedang literal yang dipegang Allah.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah kiasan untuk penghakiman melalui agen sejarah (seperti Babel), menunjukkan kedaulatan TUHAN atas peristiwa dunia.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 32:10
Jangan merasa aman dalam dosa, karena Allah melihat segala sesuatu. Mari hidup dengan kesadaran bahwa kita akan menghadap takhta penghakiman-Nya.
Bapa, berikan saya hati yang takut akan Engkau dan menjauhkan saya dari kesombongan. Amin.