Tirus Mengejek Yerusalem

Yehezkiel 26:2

Nubuat Melawan Tirus

“Anak manusia, karena Tirus telah berkata terhadap Yerusalem, ‘Rasakan, pintu gerbang bangsa-bangsa sudah dihancurkan, pintu itu telah dibukakan bagiku sehingga aku menjadi penuh, sementara dia menjadi reruntuhan.’”

Yehezkiel 26:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 26:2?

Tirus, kota pelabuhan yang makmur, bersukacita atas kehancuran Yerusalem karena melihatnya sebagai peluang untuk memperkaya diri sendiri. Ini menunjukkan kesombongan dan ketidakpedulian terhadap penderitaan orang lain.

Latar belakang

Sikap Tirus

Tirus, kota pelabuhan yang makmur, memandang kehancuran Yerusalem sebagai peluang. Mereka menganggap pintu gerbang bangsa-bangsa terbuka bagi mereka, sementara Yerusalem menjadi reruntuhan.

Di mana

Babel

Di tepi sungai Kebar

Kapan

~587 SM

Pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kejatuhan Yerusalem
Penghancuran Tirus
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, berfirman melalui nabi

Y

Kepada

Yehezkiel

Nabi di pembuangan, imam

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָמַר

amar · berkata

mengatakan, menyatakan

שָׁבַר

shabar · hancur

memecahkan, menghancurkan

מָלֵא

male · penuh

dipenuhi, berlimpah

Kata-kata Tirus menunjukkan kesombongan dan rasa puas diri. Mereka melihat kehancuran Yerusalem sebagai keuntungan, bukan tragedi.

Tahukah kamu

Kota yang Kaya

Tirus terkenal dengan perdagangan dan kekayaannya, termasuk pewarna ungu dari siput murex. Kota ini memiliki pelabuhan ganda dan benteng yang kuat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 26:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 26:2

✕  Sering dikira

Tirus hanya berkomentar biasa saja.

✓  Yang sebenarnya

Perkataan Tirus dianggap sebagai ejekan terhadap Yerusalem dan Tuhan.

✕  Sering dikira

Tuhan tidak peduli dengan sikap Tirus.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan mendengar dan merespons dengan murka.

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 26:2

Jangan pernah bersukacita atas kejatuhan orang lain, sekalipun kita diuntungkan. Belajarlah berempati dan peduli terhadap sesama, karena Tuhan melihat sikap hati kita.

Tuhan, ampunilah aku jika pernah bersikap sombong atau tidak peduli pada penderitaan orang lain. Ajarilah aku untuk mengasihi seperti Engkau. Amin.