Larangan Berduka
Yehezkiel 24:17
Kuali dan Kematian Istri Yehezkiel
PerikopKematian Istri Yehezkiel · Yehezkiel 24:15-27 →““Mengeluhlah, tetapi tidak keras-keras, jangan membuat ratapan untuk orang mati. Ikatkan serbanmu dan kenakan sandalmu di kakimu; jangan menutupi mulutmu atau memakan roti perkabungan.””Yehezkiel 24:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian; lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu, jangan tutupi mukamu dan jangan makan roti perkabungan."”Yehezkiel 24:17 · TB
Terjemahan Baru
“Jangan sampai sedu sedanmu kedengaran. Janganlah berjalan tanpa tutup kepala, atau tanpa alas kaki, sebagai orang yang berkabung. Jangan pula kaututupi mukamu, dan jangan makan roti perkabungan."”Yehezkiel 24:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Forbear to cry, make no mourning for the dead, bind the tire of thine head upon thee, and put on thy shoes upon thy feet, and cover not thy lips, and eat not the bread of men.”Yehezkiel 24:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 24:17?
Yehezkiel diperintahkan untuk tidak meratap secara terbuka, tetapi diam-diam mengeluh. Ia harus tetap memakai serban dan sandal, tidak menutupi wajah atau makan roti perkabungan. Ini adalah tanda bahwa penderitaan akan datang begitu cepat sehingga upacara duka tidak mungkin dilakukan.
Latar belakang
Tuhan Menjelaskan Cara Berduka yang Tidak Biasa
Yehezkiel diperbolehkan mengeluh dalam hati, tetapi tidak boleh meratap atau mengikuti adat perkabungan: serban tetap terikat, sandal tetap dipakai, mulut tidak ditutup, dan tidak ada roti perkabungan. Ini semua adalah tanda bahwa penderitaan yang akan datang terlalu dahsyat untuk ritual biasa.
Di mana
Tel Aviv, Babel
Di rumah Yehezkiel, kelanjutan percakapan
Kapan
~587 SM
Kerajaan terpecah dan pembuangan
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, memberi instruksi spesifik kepada nabi
Kepada
Yehezkiel
Nabi di pembuangan, ~30 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָנַח
anakh · mengeluhlah
menghela napas atau mengerang karena kesedihan yang mendalam
סָפַד
safad · ratapan
perkabungan publik dengan ratapan dan nyanyian duka
פְּאֵר
pe'er · serban
turban atau hiasan kepala yang biasanya ikatannya dilepas saat berkabung
Kata-kata ini menunjukkan bahwa Yehezkiel boleh mengerang, tetapi tidak boleh melakukan ritual di mana serban dan sandal menjadi tanda duka; ia harus tetap berpakaian normal sebagai tanda bahwa Allah bekerja.
Tahukah kamu
Roti perkabungan
Dalam tradisi kuno, sahabat-sahabat orang yang berkabung biasanya membawa roti atau makanan sebagai ungkapan duka; larangan ini menghilangkan kenyamanan sosial itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 24:17
Mikha 3:7
Menutup mulut sebagai tanda
“Para pelihat akan mendapat malu dan para peramal akan kecewa; mereka semua akan menutup mulut”
2 Samuel 15:30
Kebalikan instruksi
“Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, dengan kepala tertutup dan kaki tidak bersandal”
Yesaya 20:2
Instruksi visual
“Pergilah, buka kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah sandal dari kakimu”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 24:17
✕ Sering dikira
Menangis adalah tanda kurang percaya kepada Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Yehezkiel boleh mengeluh; larangan itu khusus untuk mencegah ratapan yang keliru, bukan menahan kesedihan wajar.
✕ Sering dikira
Tuhan melarang semua bentuk ekspresi duka.
✓ Yang sebenarnya
Larangan ini khusus untuk Yehezkiel sebagai tanda kenabian kepada bangsa Israel.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 24:17
Terkadang kita dipanggil untuk tetap berfungsi meski hati kita hancur. Ini bukan berarti kita menyangkal perasaan, tetapi menunjukkan bahwa Allah memberi kita kekuatan untuk bertahan. Namun, kita juga boleh mengeluh kepada Allah secara pribadi.
Tuhan, beri aku ketenangan untuk tetap menjalani tugasku meski berduka; biarlah aku menemukan kekuatan dalam hadirat-Mu. Amin.