Daud Menangis di Bukit Zaitun
2 Samuel 15:30
Absalom Merebut Hati Israel
“Daud mendaki Bukit Zaitun, mendaki sambil menangis, kepalanya ditutupi dan dia berjalan tanpa alas kaki. Semua orang yang mengikutinya juga menutupi kepala mereka masing-masing dan mendaki sambil menangis.”2 Samuel 15:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis.”2 Samuel 15:30 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah itu Daud membuka sepatunya. Dia bersama semua pengikutnya mendaki Bukit Zaitun sambil menangis dengan kepala berselubung tanda berkabung.”2 Samuel 15:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada waktu Daud mendaki Bukit Zaitun, dia berjalan sambil menangis. Kepalanya ditutup sebagai tanda berkabung dan dia tidak memakai alas kaki. Semua orang yang bersamanya juga menutup kepala mereka dan menangis.”2 Samuel 15:30 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And David went up by the ascent of mount Olivet, and wept as he went up, and had his head covered, and he went barefoot: and all the people that was with him covered every man his head, and they went up, weeping as they went up.”2 Samuel 15:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 15:30?
Daud meninggalkan Yerusalem dengan penuh duka, berjalan tanpa alas kaki dan menutup kepala sebagai tanda berkabung. Ia menangis di Bukit Zaitun, dan rakyatnya ikut bersedih. Ini adalah momen kerendahan hati di hadapan Tuhan.
Latar belakang
Daud Berduka Sambil Mendaki
Daud mendaki Bukit Zaitun dengan menangis, kepala tertutup dan kaki tanpa alas, sebagai tanda berkabung dan merendahkan diri. Rakyat yang menyertainya juga ikut menangis dan menutup kepala, menunjukkan dukacita bersama.
Di mana
Bukit Zaitun
Di lereng bukit di sebelah timur Yerusalem, saat melarikan diri
Kapan
~980 SM
Krisis suksesi Daud
Yang berbicara
Penulis 2 Samuel
Sejarawan yang mencatat peristiwa kerajaan Daud
Kepada
Pembaca Israel
Orang-orang yang mengenal sejarah Daud
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָלָה
alah · mendaki
naik, memanjat
בָּכָה
bakah · menangis
menangis, meratap
חָפָה
chafah · tertutup
menutupi, menyelubungi
Ketiga kata ini menggambarkan penderitaan yang nyata: 'alah' (naik) berat, 'bakah' (menangis) emosional, dan 'chafah' (tertutup) menunjukkan rasa malu atau berkabung. Ini menunjukkan Daud tidak menyembunyikan kesedihannya.
Tahukah kamu
Bukit Zaitun Tempat Penting
Bukit Zaitun sering menjadi tempat Daud menyembah Allah. Di kemudian hari, Yesus juga datang ke sana (Zaitun) dan naik ke sorga dari tempat itu, menandakan kesinambungan sejarah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 15:30
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 15:30
✕ Sering dikira
Daud menangis karena takut pada Absalom.
✓ Yang sebenarnya
Daud mungkin menangis karena pengkhianatan putranya dan dosanya sendiri, tetapi ia tetap percaya pada kedaulatan Allah.
✕ Sering dikira
Kaki tanpa alas dan kepala tertutup hanya kebiasaan budaya.
✓ Yang sebenarnya
Tindakan itu adalah tanda berkabung dan kerendahan hati, sering dilakukan saat menghadapi musibah atau aib.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 15:30
Menangis dan berduka adalah bagian dari hidup. Saat menghadapi kegagalan atau pengkhianatan, kita bisa datang kepada Tuhan dengan jujur dan merendahkan diri, seperti Daud.
Ya Allah, saat aku bersedih, ingatkan aku bahwa Engkau dekat dan menerima tangisku. Amin.