Tuhan Jijik pada Oholiba

Yehezkiel 23:18

Dua Saudari yang Tidak Setia

“Ia menyingkapkan persundalannya dan menyingkapkan ketelanjangannya, karena itu Aku menjadi jijik kepadanya, sama seperti Aku telah menjadi jijik terhadap kakak perempuannya.

Yehezkiel 23:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 23:18?

Yehezkiel 23:18 mengungkapkan bahwa karena Oholiba (Yerusalem) terus menyingkapkan persundalannya dan ketelanjangannya, Tuhan menjadi jijik kepadanya, sama seperti Ia jijik terhadap Ohola (Samaria). Ini adalah puncak dari kemurtadan yang telah berlangsung lama.

Latar belakang

Tuhan berpaling karena perzinahan terus berlanjut

Oholiba terang-terangan memamerkan persundalannya, sehingga Tuhan merasa jijik dan berpaling darinya, seperti yang terjadi pada kakaknya, Samaria.

Di mana

Yerusalem

Kota yang sedang dihukum

Kapan

~590 SM

Pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengepungan Babel
Bait Allah dibakar
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Allah Israel, berfirman melalui nabi

Y

Kepada

Yehezkiel & para pembuangan

Nabi dan orang buangan di Babel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ותגל

vattegal · menyingkapkan

menyingkapkan, membuka (menelanjangi)

תזנותיה

taznuteha · ketelanjangan

perzinahan, persundalan

קצה

qut · jijik

merasa jijik, muak, bosan

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa dosa yang terbuka menghasilkan kejijikan ilahi. Tidak ada pengampunan tanpa pertobatan, dan terus berbuat dosa membuat Tuhan berpaling.

Tahukah kamu

Kata 'jijik' sangat kuat

Dalam bahasa Ibrani, kata ini (qut) dipakai untuk perasaan muak yang mendalam, seperti ketika Israel muak dengan manna di padang gurun (Bil 21:5).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 23:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 23:18

✕  Sering dikira

Tuhan tidak lagi mengasihi umat-Nya.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan tetap setia, tetapi dosa yang terus-menerus membawa konsekuensi penghukuman, bukan berarti kasih-Nya berhenti.

✕  Sering dikira

Ayat ini mengajarkan bahwa perempuan lebih berdosa daripada laki-laki.

✓  Yang sebenarnya

Metafora ini memakai gambaran perempuan untuk mewakili bangsa, bukan untuk merendahkan perempuan.

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 23:18

Allah itu kudus dan tidak dapat mentolerir dosa terus-menerus tanpa pertobatan. Jangan mengeraskan hati ketika Tuhan menegur; segeralah berbalik dan minta ampun, karena kesabaran Tuhan ada batasnya. Ketahuilah bahwa Dia rindu memulihkan kita, tetapi kita harus mau bertobat.

Tuhan, aku tidak mau membuat-Mu jijik karena dosaku; ampunilah aku dan ubahlah hatiku agar selalu setia kepada-Mu. Amin.