Menajiskan diri dengan berhala
Yehezkiel 20:30
Tuhan menghakimi Israel yang murtad
““Karena itu, katakanlah kepada keturunan Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH, ‘Apakah kamu akan menajiskan dirimu sendiri menurut cara yang dilakukan nenek moyangmu dan berzina dengan mengikuti dewa-dewa mereka yang menjijikkan?”Yehezkiel 20:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Oleh sebab itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Apakah kamu menajiskan dirimu juga dengan cara hidup nenek moyangmu dan berzinah dengan mengikuti dewa-dewanya yang menjijikkan?”Yehezkiel 20:30 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi sampaikanlah kepada orang Israel apa yang Aku, TUHAN Yang Mahatinggi katakan kepada mereka. 'Mengapa kamu melakukan dosa-dosa seperti yang dilakukan nenek moyangmu? Seperti mereka, kamu juga mengikuti berhala-berhala yang menjijikkan itu.”Yehezkiel 20:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Wherefore say unto the house of Israel, Thus saith the Lord GOD; Are ye polluted after the manner of your fathers? and commit ye whoredom after their abominations?”Yehezkiel 20:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 20:30?
Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka masih menajiskan diri dengan mengikuti dewa-dewa yang menjijikkan seperti nenek moyang mereka. Mereka terus berzinah secara rohani dengan menyembah berhala, sehingga Tuhan bertanya apakah mereka layak meminta petunjuk-Nya. Ini menunjukkan bahwa dosa yang tidak diakui menghalangi hubungan dengan Tuhan.
Latar belakang
Pertanyaan penuh teguran
Tuhan bertanya apakah mereka akan menajiskan diri seperti nenek moyang dan berzinah secara rohani dengan mengikuti dewa-dewa. Dia mengingatkan bahwa mereka terus membuat anak-anak lewat api dan menajiskan diri sampai hari ini, sehingga Dia tidak mau mendengarkan mereka.
Di mana
Babel (pengasingan)
Di rumah Yehezkiel, sungai Kebar
Kapan
~593 SM
Pengasingan Babel
Yang berbicara
Tuhan Allah
Allah Israel, menegur umat-Nya
Kepada
Para tua-tua Israel
Pemimpin yang datang untuk mencari petunjuk
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
טָמֵא
tame · menajiskan
menjadi najis secara ritual atau moral
זָנָה
zanah · berzinah
melakukan percabulan; dipakai secara metaforis untuk penyembahan berhala
אַחֲרֵי
acharei · mengikuti
di belakang; berarti mengejar atau mengikuti
Ketiga kata ini menggambarkan perselingkuhan rohani: menajiskan diri, berzinah, dan mengikuti berhala. Ini bahasa yang sangat kuat untuk menunjukkan betapa seriusnya dosa mereka.
Tahukah kamu
Idola
Bahasa Ibrani untuk 'berhala' adalah 'gillulim', yang artinya 'kotoran' atau 'tahi', menunjukkan penghinaan terhadap dewa-dewa palsu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 20:30
Keluaran 34:15
bahasa perzinahan
“Janganlah engkau mengadakan perjanjian dengan penduduk negeri itu, sebab apabila mereka berzinah dengan allah mereka dan mempersembahkan korban kepada allah mereka, maka mereka akan mengajak engkau berzinah juga.”
Imamat 20:5
konsekuensi serupa
“Aku sendiri akan menentang orang itu dan kaumnya dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya dan semua orang yang turut berzinah dengan dia, yaitu berzinah dengan Molokh.”
Yehezkiel 16:38
metafora serupa
“Aku akan menjatuhkan hukuman atasmu seperti hukumannya perempuan-perempuan yang berzinah dan yang menumpahkan darah; Aku akan melemparkan engkau dalam murka dan cemburu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 20:30
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya berbicara tentang dosa seksual.
✓ Yang sebenarnya
Ini metafora untuk penyembahan berhala, bukan dosa seksual harfiah.
✕ Sering dikira
Tuhan menolak semua orang Israel karena dosa nenek moyang.
✓ Yang sebenarnya
Ini tentang dosa mereka sendiri yang sama dengan nenek moyang, bukan warisan dosa yang tidak bisa dihindari.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 20:30
Jika kita hidup dalam dosa yang tidak diakui, kita tidak dapat mengharapkan bimbingan Tuhan secara maksimal. Pertobatan dan pengakuan dosa adalah langkah awal untuk memulihkan hubungan dengan Tuhan.
Tuhan, aku mengakui dosa-dosaku dan memohon ampun. Bersihkanlah hatiku agar aku layak menerima petunjuk-Mu. Amin.