Tuhan Menolak Petisi Israel
Yehezkiel 20:31
Tuhan Menegur Israel yang Memberontak
PerikopIsrael Berbalik dari Allah · Yehezkiel 20:1-49 →“Ketika kamu mempersembahkan persembahan-persembahanmu, ketika kamu membuat anak-anak laki-lakimu melintasi api, kamu menajiskan dirimu sendiri dengan semua berhalamu sampai hari ini. Dan, apakah Aku akan dimintai nasihat olehmu, hai keturunan Israel? Demi Aku yang hidup,’” firman Tuhan ALLAH, ‘Aku tidak akan dimintai nasihat olehmu.”Yehezkiel 20:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dalam membawa persembahan- persembahanmu, yaitu mempersembahkan anak-anakmu sebagai korban dalam api, kamu menajiskan dirimu dengan segala berhala-berhalamu sampai hari ini, apakah Aku masih mau kamu minta petunjuk dari pada-Ku, hai kaum Israel? Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak mau lagi kamu minta petunjuk dari pada-Ku.”Yehezkiel 20:31 · TB
Terjemahan Baru
“Bahkan sampai hari ini pun kamu menajiskan diri dengan membawa persembahan dan membakar anak-anakmu sebagai kurban kepada berhala-berhala. Lalu masih beranikah kamu meminta petunjuk daripada-Ku? Demi Aku, Allah yang hidup, TUHAN Yang Mahatinggi, kamu tidak Kuizinkan meminta petunjuk daripada-Ku.”Yehezkiel 20:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“For when ye offer your gifts, when ye make your sons to pass through the fire, ye pollute yourselves with all your idols, even unto this day: and shall I be enquired of by you, O house of Israel? As I live, saith the Lord GOD, I will not be enquired of by you.”Yehezkiel 20:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 20:31?
Yehezkiel 20:31 menunjukkan bahwa ketika umat Israel mempersembahkan anak-anak mereka sebagai korban api dan menyembah berhala, itu menajiskan mereka. Tuhan menegaskan bahwa Dia tidak akan menjawab atau menerima pertanyaan mereka karena dosa mereka yang terus berlanjut. Ini menekankan bahwa ibadah yang dilakukan dengan cara yang tidak benar tidak akan diterima oleh Tuhan.
Latar belakang
Tuhan Menolak Dimintai Nasihat
Tua-tua Israel datang mencari petunjuk Tuhan, tetapi Allah menolak karena mereka masih mempersembahkan anak-anak mereka kepada berhala. Mereka mengklaim ingin mendekat kepada Tuhan, namun hati mereka tetap berpaling kepada dewa-dewa palsu.
Di mana
Tel Aviv (Babilonia)
Di rumah Yehezkiel, di tepi Sungai Kebar
Kapan
~591 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, yang menuntut kesetiaan eksklusif
Kepada
Tua-tua Israel
Para pemimpin komunitas Israel di pembuangan Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
טָמֵא
tame · menajiskan
Membuat sesuatu menjadi tidak kudus atau cemar.
גִּלּוּל
gillul · berhalamu
Berhala-berhala yang menjijikkan, sering disebut 'kotoran'.
חַי
chay · hidup
Hidup, merujuk pada sumpah demi Allah yang hidup.
Kata 'tame' menunjukkan pencemaran ritual serius, 'gillul' menekankan kekejian berhala, dan 'chay' menegaskan keseriusan sumpah Tuhan. Kombinasi ini menunjukkan bahwa penyembahan berhala bukan hanya dosa biasa, tetapi pencemaran yang menodai hubungan perjanjian.
Tahukah kamu
Konteks Pembuangan
Yehezkiel melayani di antara para buangan di Babilonia, dan pesan ini disampaikan sekitar 6 tahun sebelum Yerusalem benar-benar dihancurkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 20:31
Yehezkiel 14:3
Hati yang penuh berhala
“Hai anak manusia, orang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hati”
Mazmur 106:37-38
Pengorbanan anak
“Mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka kepada roh-roh jahat”
Yesaya 1:15
Ibadah yang ditolak
“Ketika kamu mengulurkan tanganmu, Aku menutup mata-Ku terhadapmu”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 20:31
✕ Sering dikira
Tuhan tidak mau berkomunikasi dengan umat-Nya sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menolak permintaan nasihat mereka karena hati mereka tidak tulus, bukan karena Dia tidak mau berkomunikasi.
✕ Sering dikira
Tuhan memutuskan hubungan dengan Israel selamanya.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan masih berbicara melalui Yehezkiel dan terus memanggil mereka untuk bertobat.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 20:31
Kita perlu memeriksa apakah cara kita beribadah dan hidup kita menyenangkan Tuhan atau hanya mengikuti tradisi. Jangan sampai kita mengaku menyembah Tuhan tetapi masih memegang hal-hal yang bertentangan dengan kehendak-Nya.
Tuhan, murnikan hati dan ibadah kami agar hanya berkenan kepada-Mu, amin.